Aceh Timur Gelar Bimtek Integrasi Gender Perencanaan dan Penganggaran 

ACEH TIMUR – Kabupaten Aceh Timur menggelar acara Bimbingan Teknis Integrasi Gender Dalam Perencanaan dan Penganggaran, bertempat di aula Hotel Bandar Khalifah idi, Senin (27/11), yang dibuka oleh Asisten I Bidang pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Drs Zahri, M.AP.
Adapun tujuan Pelaksanaan Bimtek ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan komitmen para perencana pada setiap SKPK tentang konsep gender dan PUG dalam pembangunan daerah. Meningkatkan keterampilan (skill)para perencana pada setiap SKPK tentang cara kerja Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).

Bimtek ini menekankan pada kemampuan perencanaan agar mampu menyusun anggaran responsif gender sesuai tahapan-tahapan nya.

Dalam kata sambutannya Drs. Zahri M.AP mengatakan, Komitmen Pemerintah untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender telah diamanatkan di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. diantaranya adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. 

“memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan pasal 27 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara bersamaan dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya, Akan tetapi kesetaraan dan keadilan belum seutuhnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Selama ini pendekatan pembangunan belum secara khusus mempertimbangkan manfaat pembangunan secara adil terhadap perempuan dan laki-laki, termasuk anak-anak, lanjut usia dan penyandang disabilitas sehingga hal tersebut turut memberi kontribusi terhadap timbulnya ketidaksetaraan dan keadilan gender yang dikenal dengan kesenjangan gender (gender gap), yang pada gilirannya akan menimbulkan permasalahan gender (gender issues).

Pembangunan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan negara melalui pencapaian visi daerah pada umumnya masih bersifat netral gender. Sasaran pembangunan masih bersifat umum, sebagian besar masih kurang memperhitungkan kebutuhan khusus bagi perempuan, anak-anak, lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Lebih lanjut Asisten I menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyadari sepenuhnya bahwa Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender(PPRG) telah diatur sebagai bagian tak terpisahkan dalam dokumen APBD. Berkenaan dengan hal tersebut, maka diperlukan serangkaian penguatan – penguatan kapasitas internal SKPK.

“Penguatan yang dimaksud adalah untuk menyiapkan tenaga teknis perencana program yang dapat mengaplikasikan konsep gender dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya. penyelenggaraan kegiatan pelatihan Bimtek Integrasi Gender dalam Perencanaan dan Penganggaran di Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017 menjadi salah satu langkah yang dapat dijalankan secara optimal. Hal ini juga diharapkan menjadi bagian dalam rangka persiapan awal menuju penerapan PPRG di Kabupaten Aceh Timur. 

“tenaga perencana yang dilatih pada hari ini hendaknya dapat mengaplikasikan konsep PPRG dalam pembangunan daerah serta dapat pula mewujudkan salah satu langkah strategis sehingga regulasi diatas dapat dijalankan secara optimal,” terangnya. 

Akhirnya kepada seluruh peserta dirinya harapkan benar-benar dapat mengikuti bimtek ini secara fokus dan serius karena peserta hari ini akan menjadi pioner-pioner dalam pelaksanaan pengharus utamaan gender di setiap lintas sektor pembangunan Kabupaten Aceh Timur kedepan. 

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Aceh Timur, Ir. Ahmad dalam laporannya mengatakan, acara Bimtek Integrasi Gender ini adalah untk Meningkatkan keterampilan (skill) para perencana pada setiap SKPK tentang tata cara kerja Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Bimtek ini menekankan pada kemampuan perencana agar mampu menyusun anggaran responsif gender sesuai dengan tahapan-tahapannya. 

“Namun Penekanan di sini adalah bagaimana para perencana dapat secara komprehensif memahami konsep gender dan relevansinya dengan PUG sebagai salah satu arus-utama dalam pembangunan di Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan Sasaran dari pelaksanaan kegiatan Bimtek ini adalah Pejabat dan Staf yang menangani program perencanaan dari 6 (enam) SKPK yang akan menjadi percontohan dalam Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan Bimtek akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu mulai tanggal 27 s/d 28 November 2017. 

Dengan Fasilitator yang akan memfasilitasi Bimtek Integrasi Gender dalam Perencanaan dan Penganggaran ini adalah Abdullah Abdul Muthaleb dari unsur P2TP2A Aceh didampingi oleh Fasilitator Kabupaten dari unsur Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana “akhirnya. (Yuni

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *