DPD PWRI Melakukan Tapak Tilas Demi Mengenang Perjuangan Leluhur

CIANJUR – Perjalanan menelusuri jejak leluhur menjadi sebuah perjalanan batin yang penting bagi manusia. Melalui perjalanan yang dikemas dalam napak tilas tersebut, kita akan dituntun untuk mengetahui sejarah perjalanan leluhur di masa lampau, agar kita tidak salah dalam memaknai hidup.

Begitupun dengan tim napak tilas DPD Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) DKI Jakarta, melalui perjalanan napak tilas leluhur ke Gunung Padang Cianjur, diharapkan bisa dipetik sebuah pelajaran nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai sosial, maupun transformasi budaya luhur, yang telah tumbuh dan berkembang sejak jaman dulu, yang pada gilirannya nanti, bisa diimplementasikan dalam tugas-tugas jurnalistik.

Ajaran leluhur, bagaimana beradaptasi, berinteraksi dengan alam dan sesama, sehingga sebagai generasi penerus, tak lupa aka nasal usul.

Napak tilas perjuangan leluhur Nusantara ini membuat keluarga besar DPD PWRI DKI Jakarta ingin menyatukan kekuatan energi daya tarik alam dengan karya jurnalistik nya di Nusantara, sehingga memberikan kekuatan untuk menghadapi segala tantangan, hambatan dan peluang kinerja dalam menjalankan tugas sebagai pengayom sebagai wadah untuk seluruh insan Pers Indonesia.

Perjalanan ke situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur pada hari Senin (11/2) dengan berjalan kaki napak tilas dari bawah menuju atas bukit situs Gunung Padang.

Pemilihan Gunung Padang sebagai lokasi ritual, tidak lain tidak bukan karena tempat itu dianggap sebagai situs leluhur tertua di bumi Nusantara. Paling tidak itulah yang dibisikkan oleh leluhur-leluhur mereka.

Bagi para penghayat kepercayaan dan kebatinan spritual, Gunung Padang adalah situs yang sakral. Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan megalitikum di Jawa Barat, tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunung padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Lokasi dapat dicapai kurang lebih 25 kilometer dari persimpangan kota kecamatan Warung Kondang, perbatasan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks utamanya kurang lebih 950 m², terletak pada ketinggian 887 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3,5 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Gunung Padang juga dipercaya bukan sekadar situs punden berundak biasa. Situs purba ini diyakini sebuah piramida yang umurnya bahkan lebih tua dari catatan sejarah yang ada. Itu berarti, piramida di Gunung Padang telah ada sejak masa prasejarah.

Rombongan melakukan perjalanan dengan menggunakan mobil berangkat dari Kantor DPD PWRI DKI JAKARTA pada Sabtu malam Minggu melalui jalur Kota Bogor, Ciawi, Sukabumi dilanjutkan ke Kabupaten Cianjur.

Sesampainya di Cianjur, rombongan DPD PWRI DKI JAKARTA melakukan ritual terlebih dahulu untuk dapat mencapai titik ketinggian 887 M diatas permukaan laut. Dengan berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, Ketua DPD PWRI DKI JAKARTA memberikan semangat kepada seluruh anggota untuk berhati-hati dan waspada dalam melaksanakan napak tilas perjuangan leluhur kerajaan Nusantara. Senin (11/02/2019). (Dirham/Bambang s)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *