PJ Gubernur NTT, Sosialisasikan Visi dan Misi Gubernur dan Wagub Terpilih

KUPANG (NTT) – Penjabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon, MAP meminta para kepala desa seluruh NTT untuk mesosialisakan visi, misi dan program Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) terpilih.

“Sambil menanti pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur hasil pilkada serentak pada bulan Juni lalu, saya meminta para kepala desa agar bantu Pemerintah Provinsi untuk mensosialisasikan visi, misi dan program beliau berdua. Harus aktif beri pemahaman kepada masyarakat agar mendukung pemimpin terpilih,” harap Penjabat Gubernur.

Permintaan tersebut diungkapkan Penjabat Gubernur NTT dalam sambutannya saat acara Temu Tugas Kepala Desa Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten dan Juara I Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi NTT di Hotel Swiss Belinn Kristal, Kupang, Kamis (16/8). Acara yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT itu menghadirkan 21 Kepala Desa dan satu Lurah berprestasi dari seluruh kabupaten/kota se-NTT.

Menurut Robert Simbolon, proses pilkada telah berakhir dengan ditetapkannya pasangan Viktor Laiskodat dan Josef Nai Soi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Baru NTT. Saatnya sekarang kita harus bergandengan tangan untuk bangkit dari ketertinggalan bersama pemimpin baru, sambung Robert.
“Kalau di desa bapak-bapak, masih ada empat visi-misi pasangan calon, maka mulai saat ini, simpanlah tiga lainnya sebagai arsip dan koleksi pribadi. Yang selalu harus mulai dibawa-bawa sejak sekarang adalah yang judulnya Viktor-Josef. Itulah yang dipakai lima tahun ke depan. Kita harus bersama-sama menyukseskan program dari kedua pemimpin baru kita ini,” jelas Robert Simbolon pada kesempatan tersebut.

Lebih lanjut pria asal Samosir, Sumatera Utara itu meminta para kepala desa untuk terus menciptakan keteduhan dan kedamaian di desa. Bagi Robert, peran dan kedudukan kepala desa sangatlah strategis.

“Yang tahu betul tentang persoalan masyarakat hanyalah kepala desa. Camat dan bupati akan tahu persoalan masyarakat kalau ada laporan dari kepala desa. Kepala desa berada di pusaran, denyut nadi kehidupan di desa karena semua urusan dari lahir sampai mati mesti dilaporkan kepada kepala desa. Karena itu, apa pun itu menyangkut kepentingan masyarakat, lakukanlah sebagai pelayanan dan pengabdian,” pungkas penjabat Gubernur.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa NTT, Yohakim Kotan mengungkapkan penetapan kepala desa dan lurah berprestasi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan,kabupaten dan provinsi. Seluruh desa di NTT yang berjumlah 3.026 dan 318 kelurahan diikutsertakan dalam lomba ini.

“Penilaiannya mencakup bidang administrasi pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan. Tim penilai terdiri dari akademisi, praktisi dan dari PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga),” jelas Kotan.

Untuk tingkat Provinsi NTT telah ditetapkan 6 Kepala Desa Terbaik, dari peringkat satu sampai enam yakni Kepala desa Kotowuji Barat Kabupaten Nagekeo, Bijeli Kabupaten TTU, Batajawa Kabupaten Ngada, Belang Merah, Kabupaten Alor, Sobo Kabupaten TTS, Mabodu Kabupaten Sumba Barat.

Sementara untuk tiga lurah terbaik tingkat Provinsi NTT dari peringkat satu sampai tiga yakni Lurah Kampung Sawah Kabupaten Sumba Barat, Hewuli Kabupaten Sikka dan Naimata Kota Kupang.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Kepala Biro Humas NTT, Kepala Biro Pemerintahan NTT, para pendamping desa tingkat Kabupaten, pejabat struktural lingkup Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa NTT,insan pers dan undangan lainnya. (Oscar/Humas)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *