PSGA IAIN Langsa dan FAGJA Gelar MOU Gampong Binaan

LANGSA  – Dalam rangka meningkatkan perlindungan perempuan dan anak, Pusat Studi Gender dan Anak (PGSA) kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa dan Forum Anak Gedubang Jawa (FAGJA) melakukan kerjasama Memorendum of Understanding (MOU) Gampoeng Binaan berkeadilan Gender dan Anak Sekaligus Sosialisasi kepada masyarakat.

Acara ini dilaksanakan di ruangan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) yang dihadiri oleh Keuchik Gampoeng Geudubang Jawa dan seluruh perangkat desa, Forum Anak Gedubang jawa, Sabtu (07/12).

FAGJA merupakan Forum anak di gedubang jawa yang dibina langsung oleh perangkat desa di gampoeng tersebut. Forum ini lahir pada tahun 2015 dan sudah banyak melahirkan prestasi, salah satunya seperti peringkat 5 Nasional Danone National Cup Regional Aceh dan pada 12 Maret 2019 lalu, gampoeng Geudubang Jawa dinyatakan sebagai juara 1 gampong terbaik se – Kota Langsa, selain itu Gampong tersebut telah menyalurkan anggaran dengan baik salah satunya seperti menyalurkan Beasiswa kepada 35 anak Berprestasi, 20 Anak Berkebutuhan Khusus serta akan membuat program Kartu Identitas Anak (KIA) untuk Anak di Gampoeng tersebut.

Andika Jaya Putra, MA selaku Ketua PGSA IAIN Langsa mengatakan, Kenapa memilih Geudubang Jawa,karena Gampoeng ini merupakan gampoeng terbaik. Dilihat dari aktifnya dalam kegiatan-kegiatan baik yang dilakukan secara swadaya atau dengan anggaran desa berjalan dengan baik.

Disisi lain gampoeng gedubang jawa merupakan gampoeng yang penduduknya majemuk, dan juga Gampong Geudubang Jawa merupakan desa yang aktif Forum anaknya, dimana banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan yang mendapat dukungan dari masyarakat,dan aparatur Gampoeng juga TPG yang ada di gampong tersebut,” ungkap Andika.

Di sebutnya,MOU kerjasama ini ditandatangani oleh Rektor IAIN Langsa, Dr. Basri, MA dan Keuchik Gampoeng Gedubang Jawa, Syafrial Anwar.

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dan mengembangkan ilmu pengetahuan tentang perlindungan perempuan dan anak serta pelaksanaan fungsi kedua belah pihak dengan tujuan mendapatkan manfaat secara timbal balik.” Jelasnya.

Ditambahkannya, Dalam waktu yang sama Rektor IAIN Langsa mengaku gembira dengan adanya kerjasama tersebut.” Ketika berbicara dalam keluarga,orangtua merupakan guru pertama bagi anak mencontohkan aspek teladan yang baik. Dalam forum inilah akan dijelaskan bagaimana menerapkan aspek teladan tersebut. Generasi muda harus mempersiapkan kesiapan mentalitas lahiriyah dan rohaniyah dari segi usia, mempersiapkan material, di samping itu faktor agama juga sangat penting.” Ujarnya.

“Di era Globalisasi ini sangat banyak tantangan yang harus dihadapi. Ketika bekal itu sudah ditangan, jadikan diri lebih serius. Semoga anak muda sekarang mampu menjadi aspek teladan yang baik bagi anak muda di masa yang akan datang , menjadi anak muda yang berkuallitas dari segi ilmu pengetahuan, akhlak, agama dan mental.” Harapnya.

(Yuni)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *