Ada Kebaikan Disetiap Gigitan Rotte Bakery

JAKARTA – “Ada Kebaikan Disetiap Gigitan”. Itulah program unggulan dari perusahaan Rotte Bakery untuk launcing di bulan Juli. Saat perbincangan hangat dengan salah satu General Manager Rotte Bakery Wilayah Jabodetabek, Agus Suhendar menyebutkan bahwa, Tema ini diangkat karena kami ingin mengirimkan pesan kepada customer bahwa pada saat mereka membeli produk Rotte Bakery sebenarnya mereka sudah memberi sedekah 20% untuk masyarakat kurang mampu.

Tema ini sampai akhir tahun dan akan diiringi oleh beberapa event-event pendukung lainnya seperti saat kerjasama dengan Hilo Nutri Food, mereka canvasing ke sekolah-sekolah dan kita support dengan produk Rotte Bakery.

“Awal Agustus kita akan launching Duta Kebaikan disetiap sekolah, disana kita akan pilih duta kebaikan.
Nanti ada juga program *Rotte Back to School*, program promo sarapan dimana kita mau membumikan sarapan dengan Rotte Bakery dan untuk masuk kesekolah-sekolah. Target pasar kita Family (keluarga) dengan target komunikasinya emak-emak. Nah..Emak-emak yang kita sasar ini adalah ibu rumah tangga yg punya bisnis, entah bisnisnya online dll.” jelasnya.

Kita juga bekerjasama dengan sebuah Koperasi, Lanjutnya. Namanya Koperasi Magnet Rezeki untuk kembangkan program reseller kedepan. Targetnya akhir agustus atau awal September program reseller ini bisa launching dengan target maksimal 5 agen per kelurahan.

“Untuk program social, dibulan desember kita akan umrohkan marbot masjid dan penghapal Al-Qur-an, nanti akan kita buatkan semacam quisioner usulan dari konsumen, ditempat mereka siapa marbot dan penghapal Qur-an yg mereka usulkan, nanti ada tim yang akan mensurvey
Program yang terdekat ini yaitu tahun baru hijriah, insya allah kita mau mabit Bersama 1000 anak yatim di Pekanbaru dan akan kita adakan workshop untuk mereka dengan tujuan untuk mengembangkan bakat mereka.” Ungkapnya.

Misalnya yang punya bakat fotografi akan kita datangkan fotografer, dsb. Kita juga akan masuk ke go food dan grab food yang saat ini sedang dikaji oleh dewan Syariah kita apakah bisa masuk aturannya.

“Jadi saat ini kita juga sedang mengembangkan ikhtiar bumi nya, karena memang selama ini pun menggunakan ikhtiar langit.”Ungkap Agus Suhendar. 

Rotte Bakery punya 3 visi :

1. Sebagai Spiritual Company, yakni menjalankan usaha ini Insya Allah benar-benar berasaskan Islam. *makanya mulai dari tingkatan investor, kemudian kita sebagai manajemen dan mitra kerja kita yg biasa kita sebut rot team itu semuanya Base nya bagi hasil, tidak ada yang bergaji, semuanya bagi hasil, jadi berapapun omset yang kita dapat setelah dipotong biaya operasional disitu ada margin nya yang kita bagi, ada komposisi bagi hasilnya.

2. Sebagai Social Preneur, dari margin tadi kita sisihkan dulu 20% untuk ZIS dan kegiatan sosial, sisa dari yang 20% itulah yang dibagi hasil, 50% nya untuk Rot Team 1 outlet bisa 6-10 orang, jadi agar mereka bisa merasakan hawa nya sebagai pengusaha. Rata-rata rot team kita dari pondok pesantren, karena disini kita sampaikan 2 jenis ikhtiar (ikhtiar langit dan ikhtiar bumi). Yang kita dahulukan ikhtiar langitnya, makany setiap senin-kamis kita bagi-bagi takjil Kita juga support kegiatan-kegiatan masjid, bahkan untuk outlet yang dekat dengan masjid, kita bantu biaya operasional masjid tersebut dari dana yg 20% tadi. Rata-rata saat ini dana yang terkumpul dari 20% tadi sekitar 350 juta dan itu harus habis, dan saat ini kita juga sedang membangun pesantren. Semua dana yang 20% itu dikelola oleh para Investor yang kita tunjuk dan kita buatkan Yayasan, nama yayasannya *Rotte Indonesia Mulia*. Jadi 40% dari dana yg 20% td sedang kita tabung untuk bangun pesantren atau Rotte Land (ada pesantren, pabrik, masjid, perumahan). Sudah ada 9 Ha yang siap dibangun dan yang di Pekanbaru tsb akan dijadikan pilot projek.

3. Sebagai Life Academy atau akademi kehidupan, makanya teman-teman rot team ini benar-benar kita gojlok agar berpikir sebagai pengusaha bukan sebagai pekerja.

“Di Jabodetabek ini baru buka awal tahun 2019, jadi baru jalan 6 bulan msk bulan ke-7 & utk omset belum sebesar yg di Pekanbaru.” Pungkasnya.

(Red)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *