Wartawan Dilecehkan di Kelurahan Pondok Kacang Timur 

TANGSEL – Pelecehan terhadap profesi wartawan kembali terjadi. Kali ini dialami dua wartawan media online yang tengah meliput di Kelurahan Pondok Kacang Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). Kejadian bermula saat seorang wartawan berinisial ‘R’ ingin melakukan konfirmasi terkait laporan dari beberapa warga, tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diduga dikenakan biaya Rp. 3Jt per pendaftar.
Menurut pengakuan R, saat itu dirinya bersama rekan media online lainnya yang berinisial ‘A’ ingin mencari kebenaran terkait masalah PTSL ke Lurah maupun Sekel, hal sebaliknya malah yang didapatkan hingga harus berimbas Intimidasi terhadap mereka. “Tugas kami adalah mengkonfirmasi kebenaran, bukan mencari permusuhan dan membongkar bobrok instansi aparatur kelurahan.” jelas R, Kamis (30/11/17) siang.

Saat itu dia mempertanyakan keberadaan lurah pada staff kelurahan yang dijawab tidak ada. “Saya tanya lagi, sekel dimana. Juga dijawab tidak ada, dan saya tanya juga Kasie Pemerintahan dimana. Dijawab tidak ada, lalu siapa yang bisa kami konfirmasi,” jelas dia.

Menurut R, selanjutnya oknum staff kelurahan itu mulai bertidak arogan sambil berkata dengan nada tinggi dan terjadi adu mulut dan memancing emosi. “oknum staft kelurahan itu berkata kepada saya dengan keras bahwa dirinya tidak takut dan banyak wartawan yang bersahabat dengannya,” katanya.

Dirinya lalu ditarik dan dipiting dibagian leher, bahkan ada terdengar suara keras untuk mengajaknya untuk duel dilapangan Kelurahan. “Dia melakukan itu didepan orang banyak dan didepan teman-teman wartawan lainnya yang ada di Kelurahan,” jelasnya.

Terkait masalah itu, ditempat terpisah Sekjen Majelis Pers (MP) Bpk. Ozzy S. Sudiro saat dihubungi wartawan menyarankan agar mengedepankan Kode Etik dan tetap pada koridor hukum yang berlaku serta memerintahkan segenap organisasi tergabung untuk saling mendukung dalam mengatasi persoalan-persoalan.

Dia juga mengatakan perlu diinformasikan sebagai bahan mencerdaskan masyarakat, agar memahami tugas dan fungsi jurnalis yang sebenarnya. (Jeje/Jones)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *