Caleg Gerindra, Mirah Sumirat. S.E., Menggelar Nobar Debat Capres Yang Ke 2 Di Wilayah Bekasi

BEKASI – Efektif untuk menarik simpati hak pemilih seperti kampanye pada umumnya, kampanye kreatif berisi dua hal sekaligus, yakni gagasan dan hiburan. Cara ini lebih efektif masuk ke psikologi pemilih. Kampanye kreatif berisi persuasi yang sangat halus, terlihat tidak menggurui pemilih namun sangat efektif mempengaruhi pemilih. 

Seperti yang dilakukan sosialisasi ibu. Mirah Sumirat. SE dari Partai Gerinda nomor urut 2, Caleg DPR RI Dapil VI Provinsi Jawa barat (kota Bekasi dan kota Depok) dengan cara menyelenggarakan Live Nonton Bareng Debat Capres ke 2 dengan masyarakat sekitar yang berlokasi di Perumahan Bekasi timur Regency, Blok E Keluarahan. Padurenan, Kecamatan. Mustika jaya Bantar gebang, kota Bekasi, Jawa barat.

Dari pantauan awak media on line Indonesiaparlemen.com di lokasi masyarakat sekitar sangat antusias dan sangat optimis mendukung penuh kepada calon legislatif yang ada di wilayahnya.

Saat ditemui usai acara nonton bersama Debat capres yang ke 2 di lokasi Mirat Sumirat, mengatakan Menurut analisanya seperti untuk capres no 01 (Joko Widodo) terlalu emosional, harusnya jika benar sudah ada pencapain – pencapaian yang sudah ada beliau harus nya santai saja dan masih menyerang perihal tentang Pribadi capres 02 (Prabowo Subianto), tetapi capres 02 (Prabowo Subianto) lebih cenderung berbicara misi visinya.

“Masalah insfaktuktur capres 02 (Prabowo Subianto), Sempat menyinggung terkait pembangunan kereta LRT di Palembang menghabiskan anggaran negara untuk Operasional sangat besar tidak sesuai dengan pendapatan yang didapat, begitu juga pembangunan kereta LRT yang ada di Jakarta (Jabodetabek) sehingga cukup pemborosan karena merugikan rakyat, kesimpulannya dalam kebijakan apa – apa yang sudah dilakukan perintahan Presiden jokowi hasil dari analisisnya cukup gagal, mengenai infrastuktur harus nya untuk rakyat bukan terbalik,” ungkapnya.

Hasil kampanye yang sudah di lakukan dengan cara sosialisasi 200 titik sebenarnya tidak begitu butuh infrastuktur tetapi yang sangat dibutuhkan masyarakat ialah lapangan pekerjaan karena banyak pengangguran.

“keamanan dalam pekerjaan karena banyak pekerja di PHK di perusahaan, kesejahteraan ekonomi dengan sembako murah, kalau infrastuktur berjalan dengan sendirinya intinya yang harus di perjuangkan mengenai lapangan pekerjaan,” tambahnya.

Nantinya, lanjutnya. lanjutnya yang harus diperjuangkan seperti hapus pekerja dengan upah murah, jaminan kesehatan, membatasi pekerja asing, memperhatikan jangka waktu pekerja magang.

“Dan apabila terpilih nanti mempunyai Program menggratiskan sekolah ujian kompetensi dan membuat balai latihan pekerjaan sesuai skill Sumber daya manusianya sehingga dapat di terima perusahaan – perusahaan yang pastinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat kota Bekasi,” ujar Mirah Sumirat. S.E., Minggu. (17/02/2019).

(M. Dirham)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *