Terkait Pilchiksung Serentak, Geuchik Ini Paparkan Sisi Buruk Dana Desa

LANGSA – Menanggapi Pesta Demokrasi Pemilihan Geuchik serentak di 47 gampong se Kota Langsa, Idris Ismail Geuchik Paya Bujuk Teungoh yang telah dua periode terpilih sehingga tidak mencalonkan diri kembali ini menyampaikan bahwa ada nuansa berbeda yang lebih panas pada Pemilihan kali ini yaitu disebabkan adanya Dana Desa.

Bagi Idris, dulunya menjadi Geuchik kita berpikir untuk fokus ke Gampong, seperti batas desa, sengketa tanah warga dan perselisihan lainnya sehingga memang lebih kepada Pengabdian, namun hal itu kini berubah seiring adanya Dana Desa yang tiap tahun berjumlah milyaran lebih.

“Padahal dulu sebelum ada Dana Desa, nilai Investasi yang masuk ke Gampong bisa lebih dari dua Milyar dan pihak Gampong tidak disibukkan dengan pelaporan dan regulasi yang terus berubah,” ujarnya.

Menurut Idris, kehadiran Dana Desa kini malah membuat banyak pihak lebih fokus kepada Uang yang tersedia seolah Dana tersebut bisa digunakan sesuai kehendak Kepala Desa.

“Sebenarnya 1,5 milyar per tahun itu tidak banyak karena jumlah segitu bukan untuk satu bidang saja melainkan dibagi dengan operasional Pemerintah Gampong, Infrastuktur, Pemberdayaan dan Pembinaan jadi banyak warga yang tidak paham regulasi tersebut,” tuturnya.

Diakui Idris, sisi positif Dana Desa yaitu Gampong bisa mengelola sendiri sehingga lebih sesuai dengan Kebutuhan serta melibatkan orang di Gampong tersebut, namun sisi Negatifnya banyak warga yang tak paham menjadi heboh karena berpikir Dana tersebut terlalu banyak dan seolah bisa digunakan untuk pribadi Geuchik.

“Dulu untuk Gampong kita bisa dapat dana aspirasi Dewan dan Dinas terkait seperti PU, P2KP, dan BKPG senilai 50 juta per tahun, kini malah tak pernah lagi dapat aspirasi Dewan,” pungkasnya.

Terkait banyaknya Incumbent yang ikut mendaftar sebagai calon Geuchik, bagi Idris jika geuchik bagus dalam kinerja setelah adanya Dana Desa maka akan menjadi kekuatan untuk terpilih kembali, namun jika tidak maka menjadi alasan lawan untuk mencari kesalahan Incumbent.

“Nah jadi dengan adanya Dana Desa ini jika Incumbent terlihat tidak bagus dalam mengelola maka akan jadi black campaignya lawan,” tutup Idris. (Yuni)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *