Naik Motor, Wakil Ketua DPRD Bekasi Datangi RS Yang Telantarkan Pasien

KABUPATEN BEKASI, IndonesiaParlemen.com – Menerima aduan dari salah satu masyarakat Kabupaten Bekasi terkait Rumah Sakit Kartika Husada yang diduga menyalahi prosedur dalam birokrasi manajemen terkait rujukan pasien yang mengakibatkan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tidak bisa digunakan.

Wakil ketua 1 DPRD Kabupaten Bekasi, M. Nuh langsung merespon cepat dengan menggunakan sepeda motor menuju ke Rumah Sakit Kartika Husada yang datang bermaksud menjadi mediasi agar permasalahan mendapatkan solusi terbaik.

Dari pantauan awak media hasil dari mediasi antara pihak keluarga pasien dan pihak rumah sakit yang didampingi oleh Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Bekasi salah satu pihak ruRum Sakit Kartika huHusa, Dr Leo, Pihaknya menyatakan Rumah Sakit Kartika Husada akan memberikan jaminan kepada pasien agar dapat dipulangkan ke rumah dengan administrasi bebas biaya, terkait mengenai kwitansi hasil CT Scan jumlah pembayaran dari RS. Kartika Husada beda yang dikeluarkan oleh RS. Hermina akan dievaluasi lagi karena tidak logika dengan perbedaan nominal tersebut.

“Intinya hasil mediasi ini, besok keluarga pasien dapat ikut bersama pihak Rumah Sakit Kartika Husada berangkat ke RS. POLRI Soekamto Kramat Jati agar pasien dapat dipulangkan kerumahnya, pihak RS Kartika husada akan memberikan jaminan kepada pasien,” terang Dr. Leo saat mediasi. Jumat (3/1/2020).

Selesai dari tempat mediasi awak media langsung mewawancarai Wakil kKetu 1 DPRD Kabupaten Bekasi, M. Nuh.

Dirinya mengutarakan, bahwa pihaknya mendapat informasi ada salah satu warga Kabupaten Bekasi terkait pelayanan rumah sakit, dirinya berusaha mediasi mencari solusi terbaik untuk kedua belah pihak.

“Dalam hal ini tidak ada maksud ada kepentingan apa-apa hanya memang mendengar informasi salah satu warga di kabupaten Bekasi yang sedang membutuhkan pertolongan mencari solusi untuk di mediasi, besok pihak keluarga akan dipertemukan oleh pihak -pihak Rumah Sakit POLRI dan RS Kartika Husada agar mendapatkan solusi jaminan untuk pasien,” tutur M. Nuh kepada indonesiaparlemen.com. Jumat (03/01/2020).

Lanjutnya, himbauan kedepannya untuk Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Bekasi agar lebih mengedepankan sisi kemanusiaan. “Jangan sebaliknya rumah sakit menjadi bisnis dan dengan kedatangan anggota dewan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Hal yang sama dikatakan Eko selaku Wakil Ketua Organisasi IPI, sangat menyesalkan terkait pelayanan Rumah Sakit Kartika hHusad ini diharapkan kedepannya dapat diperbaiki.

“Sangat disesalkan bilamana kejadian ini terulang kembali nanti, dan saya sangat mengapresiasi kepada Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Bekasi Ustadz M. Nuh lagi -lagi beliau yang benar peduli terhadap masyarakat di Kabupaten Bekasi,” tandas Eko Setiawan.

( Dirham )

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *