903 Pemotor Ditilang Dalam Operasi JLNT

JAKARTA – 903 pemotor ditilang dalam operasi besar-besaran yang dilakukan polisi karena masih nekat menerobos Jalan Layang Non Tol (JLNT) di wilayah Jakarta. Dalam Operasi yang bernama Keselamatan Jaya ini, dilakukan di sejumlah JLNT seperti Casablanca dan JLNT Antasari pada Sabtu (3/3/18) siang.

“Terjadi 903 pelanggaran, pada hari Sabtu. Itu satu hari saja. Dengan jumlah pelanggaran melawan arus sebanyak 361, melanggar 542 melanggar lalu lintas,” kata Direktur Lalu-lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagara kepada wartawan saat menghadiri acara launching sistem penerbitan izin aplikasi online di Pintu Masuk CFD, Bundaran HI, Jakarta, Minggu (4/3/18) pagi

Menurutnya, tingginya pelanggaran ini karena pengendara motor menjadikan JLNT sebagai jalan pintas. Pengendara dianggap tidak mau repot menggunakan jalan arteri sehingga menggunakan JLNT sebagai alternatif.

“Kami evaluasi ada beberapa faktor. Pertama kurang disiplinnya pengguna jalan. Kedua, JLNT ini dijadikan jalan pintas, mereka tidak mau repot menggunakan jalan arteri, malah memilih JLNT,” jelasnya.

Menurut Halim, konstruksi JLNT memang didesain untuk kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua tidak boleh melintas karena faktor angin kencang yang ada di JLNT.

“Roda dua lewat, bisa terjadi kecelakaan karena angin kencang. Jadi ketinggiannya menyebabkan terpaan angin menjadi lebih kencang untuk kendaraan roda dua,” ujar dia.

Untuk mengurangi para pelanggar pihaknya akan melakukan operasi keselamatan Jaya di JLNT hingga 25 Maret mendatang, operasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan warga dalam berlalu lintas.

“Kami lakukan kalau kami menilai pemantauan kurang efektif, kurang maksimal. Makanya akan kami lakukan operasi,” tegas Halim.

Pihaknya mencatat pelanggaran tersebut mengakibatkan kecelakaan hingga memakan korban jiwa, kecelakaan mayoritas didominasi oleh pelanggar yang menggunakan sepeda motor.

Operasi Keselamatan Jaya 2018 akan digelar selama 21 hari terhitung sejak tanggal 5-25 Maret. Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 2.400 personel gabungan dari polisi, TNI dan Dinas Perhubungan. (Jones/Truspal)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *