Wisata Budaya

Kerja Bakti.! Cara Kota Malang Merawat Kebhinekaan

MALANG RAYA, Indonesiaparlemen.com – Pada hari minggu, 16 Februari 2020,p 08:00 di Dusun Jamuran Desa Sukodadi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang yang di pandegani oleh muda mudinya melakukan kerja bakti di kali sumber ndut.

Pasalnya, di Dusun Jamuran ini masyarakatnya hidup rukun antar umat beragama, ada tiga agama yang berada di daerah ini yaitu Islam, Hindu dan Kristen. Namun demikian, warga disini masih sangat kompak dalam bergotong royong dalam kerja bakti.

Kerja Bakti di Dusun Jamuran ini menggunakan drescode ikat kepala (baca Jawa:Udeng) dan perempuan menggunakan jarit. Sebelum melakukan kerja bakti di sungai sumber ndut,diawali dengan ritual tradisi Ngaiti atau Miwiti yaitu upacara sebelum memulai kegiatan meminta ijin kepada makhluk yang menghuni di wilayah sungai tersebut, sungai tersebut sangat dan masih di sakralkan oleh masyarakat setempat.

Penggerak dari kegiatan ini adalah Agus Wahyudi atau biasa di panggil Agus Pete yang memiliki komunitas Dares Crew 07, setelah di temui pada kegiatan kerja bakti saudara Agus Pete mengatakan Ini merupakan langkah awal gerak kesadaran akan lingkungan dan kebudayaan di wilayah Dusun Jamuran.

“Apalagi yang mengawali adalah anak-anak muda,” paparnya. Minggu (16/2/2020).

Tidak hanya itu, kegiatan kerja bakti ini di sokong oleh komunitas Kali dan Budaya Cakrawala Mandala Dwipantara saat ditemui dalam tempat yang sama selaku perwakilan Muhammad Fathur Rizky menyampaikan pihaknya terkejut melihat kegiatan ini.

“Saya selaku perwakilan Komunitas Kali dan Budaya sangat terkejut akan kegiatan pada kali ini, empat hari yang lalu kita memulai membedah gerak kesadaran lingkungan dan kebudayaan dan pada hari Minggu ini saya di kabari ada giat kerja bakti di sungai apa lagi penggeraknya adalah anak-anak muda itu yang membuat saya sangat tersentu,” ungkapnya.

Kegiatan kerja bakti ini pula dapat sokongan dari komunitas KALIKU Pakisaji, selaku ketua suku KALIKU menyebut dirinya Om Gun. “Kita kesini dalam rangka sambang dulur sesama penggiat sungai dan kebudayaan, urusan sungai tidak ada henti hentinya jika sendiri sendiri atau per kasuistis.Harus dengan gerakan kebersamaan antar elemen masyarakat kalau istilah kami sambang dulur kali,” jelasnya.

Harapan ke depan dari kegiatan kerja bakti anak-anak Dusun Jamuran ini, agar bisa menghargai alam dan melestarikan tradisi kebudayaan di wilayahnya.

(Juari)

Bagikan:

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close