Megapolitan

500 Pengemudi Truk Sampah Lakukan Tes Urine

JAKARTA – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta untuk melakukan tes urine terhadap 500 pengemudi truk sampah yang ada dibawah DLH, Kamis (23/11/2017).

Pemeriksaan urine ini guna memastikan para pengemudi truk sampah DKI Jakarta, terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Kepala DLH DKI Jakarta, Isnawa Adji kepada wartawan mengatakan, langkah itu dilakukan agar para pengemudi yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika akan diberikan sanksi tegas. Dinas DLH tak akan memperpanjang kontrak kerja mereka.

“Kami ingin pastikan, para sopir truk sampah kami bebas narkoba agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya. Kontrak kerja mereka tidak akan diperpanjang,” ujar Adji dalam pengarahannya yang diikuti semua sopir truk sampah DLH, di Jakarta.

Adji mengatakan, langkah tegas itu diambil selain karena petugas yang menggunakan narkoba membahayakan penguna jalan lain juga berpotensi merusak aset daerah.

Baca Juga :  Ketua PWI Banten Support Adanya JTR Sebagai Organ Taktis Jurnalis Di Tangerang Raya

“Bapak-bapak tahu, bahwa truk sampah yang bapak-bapak kemudikan itu ada yang lebih mahal dari Pajero dan Alphard. Itu barang milik daerah jangan dirusak dengan mengemudi ugal-ugalan dan membahayakan,” kata Adji.

Selaku aparatur pemerintah dan pelaku pelayanan publik, Adji meminta agar setiap petugas memberi contoh kepada masyarakat dengan memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.

Secara terpisah, Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi DKI Jakarta, Shilvya Febrina Iraman mengatakan, kegiatan itu diselenggarakan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pekerja. Shilvya mengatakan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pekerja mencapai 40 persen dari total pengguna narkoba di Jakarta.

Ada enam komponen zat yang diperiksa BNN dalam kegiatan tersebut. Salah satunya pemeriksaan zat yang biasa ditemukan dalam obat-obat yang umum dijual di pasaran. Untuk itu, pada sesi wawancara, petugas menanyakan apakah yang bersangkutan selama 7 hari terakhir mengkonsumsi obat atau jamu.

Baca Juga :  Pembukaan Dialog Tentang Peningkatan dan Penguatan Wasbang Bagi Tokoh Agama

Program kerjasama dengan BNN Provinsi DKI Jakarta itu akan dilaksanakan secara berkelanjutan guna mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan DLH DKI Jakarta.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan data-data pengguna narkoba di Ibu Kota yang kebanyakan adalah karyawan dan tidak sedikit dari kalangan pelajar. Angkanya terus meningkat dan harus segera ditanggulangi.

“Di Jakarta angka ini meningkat. Diperkirakan ada lebih dari 500.000 pengguna narkoba, 40 persennya adalah karyawan dan 20 persen adalah siswa. Ini informasi dari kepala BNNP DKI,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa.(Leman) 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button