Megapolitan

Kesira Bireun: Berita Batas Pendaftaran BPJS Bireun Hoax 

BIREUEN – Seminggu terakhir ini masyarakat di Kabupaten Bireuen heboh dengan berita adanya pembatasan waktu pendaftaran keanggotaan BPJS kesehatan.
Berita yang berkembang dari mulut ke mulut itu menyebutkan, pendaftaran keanggotaan BPJS kesehatan itu berakhir bulan ini. Kemunculan berita ini menimbulkan kepanikan tersendiri bagi masyarakat yang belum mendaftar.

Akibatnya, masyarakat berbondong-bondong mengantri di kantor BPJS kesehatan unit Bireuen. Terkait berita ini, Ketua Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Kabupaten Bireuen, dr Hulaimi kepada Awak media, sabtu (25/11/2017) menepis kabar hoax tersebut.

Dokter yang juga aktivis di sejumlah organisasi kesehatan ini menegaskan, berita itu tidak benar. Kami sudah cek kebenaran informasi ini. Kami berkesimpulan berita ini hoax. Masyarakat tidak usah panik, sebut dr. Hulaimi.

Baca Juga :  Jelang Pemilu, Agun Meminta Agama Harus Menjadi Moral Politik Bukan Menjadi Alat Politik

Lebih lanjut, dokter yang juga mengelola program talkshow khusus kesehatan di radio Yadara FM, 92,8 MHz ini mengatakan, untuk meluruskan berita ini, pada Minggu pagi (26/11/2017), dia berencana mengundang kepala BPJS unit Bireuen sebagai narasumber di talkshow “Sehat bersama Yadara fm” yang dikelolanya tersebut.

“Talkshow ini dimaksudkan untuk membuka ruang konsultasi bagi masyarakat terkait masalah pendaftaran BPJS. Insya Allah, Minggu pagi kami mengundang Bapak Kepala BPJS unit Bireuen untuk menjadi narasumber dalam talkshow kami terkait masalah pendaftaran BPJS. Kita berharap ini akan sangat berguna bagi masyarakat,” harapnya.

Baca Juga :  Mensesneg Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Revisi UU Pemilu dan UU Pilkada

Selain itu, dalam persoalan seperti ini, ia berharap peran lebih dari bidan-bidan desa. Menurutnya, bides sebagai perwakilan tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat serta meluruskan isu-isu yang tidak benar.

“Kita berharap, bidan desa pro aktif untuk meluruskan isu-isu seperti ini agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,” pungkasnya. (Vivi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button