Anggota Brimob Dikeroyok Di Basement Mall Cibubur

  • Bagikan

JAKARTA – Aparat Kepolisian masih memburu pelaku pengeroyokan yang menganiaya seorang anggota Brimob di Mall Cibubur Junction, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (27/11/2017).

Selain di keroyok, senjata api milik korban juga raib yang diduga dibawa kabur pengeroyok. Berdasarkan informasi yang didapat, anggota itu diketahui bernama Brigadir LAS. Korban adalah anggota Brimob di Kelapa Dua Wetan, Depok, Jawa Barat. Bahkan, video pengeroyokan itu pun beredar di media sosial.

Peristiwa itu sendiri terjadi pukul 12.30, saat korban bertemu dengan M, di suatu restoran yang terdapat di Mall Cibubur Junction. Mereka bertemu untuk membicarakan suatu hal yang penting. Kala itu, M lantas mengajak korban ke parkiran basement mal dan korban menuruti perintah tersebut.

Baca Juga :  Jelang Akhir Tahun, Kejari Kota Tangerang Musnahkan Berbagai Barang Bukti Pidana Umum

Sesampainya di lokasi, tiba-tiba lima orang tidak dikenal menghampiri korban dan langsung mengeroyoknya. Meskipun dalam kondisi terdesak, perlawanan dilakukan oleh korban. Namun karena kalah jumlah, membuat upaya anggota polisi sia-sia.

Akibat peristiwa tersebut, menjadi perhatian pengujung mall lainnya. Tidak mau adanya korban jiwa, warga berusaha membubarkan perkelahian itu. Dengan seketika pelaku melarikan diri.

Namun, ketika korban tersadar, senjata api miliknya yang disimpan di pinggang hilang dan diduga dibawa kabur pelaku pengeroyokan. “Pistol saya hilang, pistol saya hilang,” teriak korban dalam video yang beredar tersebut.

Baca Juga :  Wagub Banten Andika Kunjungi Samling UPT Samsat Serpong

Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar membenarkan peristiwa tersebut. Empat saksi yang merupakan pegawai mall telah diperiksa. Visum telah dilakukan korban di RS Polri Kramat Jati. “Beruntung tidak ada luka serius yang dialami korban dalam insiden tersebut, hanya memar-memar saja,” ujarnya.

Dikatakan Agus, untuk senjata api korban yang diketahui hilang, diduga terjatuh saat korban tengah menendang pelaku. Kala itu, kelima pelaku memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengambil senpi korban. “Sampai saat ini pelaku masih kami cari. Dugaan sementara keributan itu disebabkan masalah pribadi antara korban dan pelaku,” ujar Agus. (Firman) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.