Diduga Sakit Hati Lantaran Dihina, Suami Mutilasi Istri 

  • Bagikan

KARAWANG – Diduga lantaran sering dihina, Seorang suami yang bernama M. Holil bertindak sadis dengan memotong-motong istrinya yang cantik.
Akibatnya, ia terpaksa berurusan dengan aparat Kepolisian guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dalam pengakuan pelaku, ketika beraksi, ada sosok bocah 2 tahun di benaknya.

“Saat itu (memutilasi) istri,saya ingat anak saya. Saya nangis kebayang anak,” kata pelaku kepada Wakapolres Karawang, Kompol Rano hadianto, di Polres Karawang, Kami menikah tahun 2015 dan punya satu anak. Sekarang anak diurus orangtua saya di Bogor.” terangnya. Kamis (14/12/2017).

Ia mengaku istrinya kerap minta barang-barang seperti mobil. Padahal ia tak bisa memenuhinya karena tak punya uang. “Saya bilang rental mobil saja, Dia juga menghina orangtua saya, dibilangnya nggak bisa merawat anak, saya memang belum kirim uang.” jelasnya. 

Baca Juga :  Ketua KPU Kota Tangerang Berkunjung Ke Kantor Sekertariat PWI Kota Tangerang

Jasad Siti (20) ditemukan tewas dengan kepala dan kaki terpisah di desa Ciranggon, Majalaya, Kabupaten Karawang, Kamis (7/12/2017). Kematian Istri ternyata diawali dari pertengkaran hebat pada Senin (4/12/2017). Tak mampu mengendalikan emosi, Holil mencekik istrinya.

Korban melawan tapi pria 22 tahun itu tambah murka. Ia memukul leher dekat wajah perempuan cantik itu dua kali. Istrinya tersungkur. Ia memeriksa nafas dan detak jantung istrinya itu tapi ternyata ibu anak tunggalnya itu tak lagi bernyawa.

Baca Juga :  Mengarang Cerita, Pelaku Pembuat Senpi Rakitan Diamankan Polres Tangsel

Makin panik, ia menutup mulut jenazah dengan lakban. “Saya kalap,” Saya terpaksa begitu (memutilasi) supaya nggak berat waktu dibuang, tapi saya bingung mau dibuang kemana.” ungkapnya. 

Keesokannya, Selasa (5/12/2017), ia memutilasi istrinya itu dengan memisahkan bagian kepala dan kaki. Ia membuangnya di sekitar Curug Cigentis, kawasan Gunung Sanggabuana. Hari berikutnya, ia membakar tubuh istrinya itu. (Hadi) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *