Hukum dan KriminalNEWS

Dua Wanita Pendukung ISIS Ditangkap Dekat Mako Brimob

JAKARTA – Polisi menangkap dua orang wanita yang diduga akan melakukan aksi penusukan terhadap anggota Brimob (Brigade Mobil). Keduanya ditangkap di sekitar Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok. Kedua perempuan yang disebut sebagai pengikut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ini diketahui bernama Dita Siska Millenia, (18), dan Siska Nur Azizah (21) berencana mendukung perlawanan para tahanan teroris di Mako Brimob, Depok dan menusuk anggota kepolisian.

“Sekarang keduanya sedang diamankan untuk pendalaman selanjutnya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, kepada wartawan, Sabtu (12/5/18) malam.

Aksi itu terjadi sehari setelah peristiwa penikaman yang menewaskab anggota satuan intel Brimob Brigadir Kepala Marhum Frence, (41) Jumat, 11 Mei 2018. Pelaku, Tendi Sumarno (23) ditembak rekan Frence setelah melakukan aksi tersebut. Frence dan pelaku tewas di lokasi kejadian.

Rentetan aksi penyerangan terhadap aparat kepolisian ini terjadi pasca-kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob yang menewaskan lima personel kepolisian dan satu narapidana teroris. Peristiwa itu terjadi pada pada Selasa, 8 Mei 2018.

Dari tangan kedua wanita ini kepolisian menyita sejumlah barang bukti. Yakni, dua buah KTP dan dua buah ponsel serta satu buah gunting. “Kedua orang tersebut akan melakukan aksi amaliah penusukan terhadap anggota Brimob di Mako Brimob,” jelasnya.

Langkah-langkah yang dilakukan kepolisian adalah membuat berita acara interogasi terhadap dua orang itu, pengambilan data dari dua ponsel yang disita, pengambilan foto dan pengambilan sidik jari.

Dari berita acara interogasi kepolisian diketahui bahwa keduanya ditangkap oleh petugas kepolisian berpakaian preman saat hendak salat subuh di musala di dekat gerai Mc Donald Kelapa Dua, Depok. Keduanya mengaku mengikuti grup telegram pendukung ISIS dan datang ke Mako Brimob atas dasar seruan ISIS.

Polisi masih belum bisa memastikan apakah keduanya terkait jaringan teroris Jamaad Anshar Daulah (JAD). Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. (Truspal/Jones)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close