KOTA TANGERANG SELATAN – Zidni Khoihir Alfatiri (10) bocah cilik anak dari pasangan Suhin dan istrinya Wagiati warga Kp Setu RT 16/004 Kelurahan Setu, Kecamatan Setu Kota Tangsel mengalami nasib pilu dan mengenaskan dengan kondisi dikurung di dalam kamar rumahnya dengan kaki terpasung rantai. Alfatiri sudah dipasung lebih dari 3 tahun di dalam bilik kamarnya karena dianggap nakal tanpa ada yang memperhatikan dan memperdulikan nasibnya.

Menurut H Sarbini Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Kota Tangsel menuturkan, Kita mendapat informasi dari masyakat ada anak laki-laki usia sepuluh tahun yang dipasung oleh orang tuanya di wilayah kelurahan Setu. “Mendapat informasi tersebut, saya bersama jajaran langsung menuju ke lokasi sesuai alamat yang kami terima.”jelasnya.

Sangat miris melihat kondisi bocah itu, saya sangat prihatin, kaki terantai diatas kasur tanpa sehelai pakaian. Bocak itu harus tidur dengan kotorannya, karena saat ditemukan tubuh mungilnya dipenuhi kotorannya sendiri. Mungkin bocah harus buang hajad dikasur karena enggak bisa kemana-mana,” ujar H. Sarbini kepada media indonesiaparlemen.com.

“Saya bilang, ini masih anak-anak, nggak bisa dipasung. Ini bisa dipidana kalau begini,” tegas H Sarbini yang langsung mengambil inisiatif membawa bocah untuk dibersihkan dan diberi makan yang layak di rumah singgah .

Dijelaskan H Sarbini, melihat secara kejiwaan bocah ini, sudah tak sehat karena lama dipasung. Bocah ini mengerti apa yang kita ucapkan tetapi tidak bisa berbicara.

“Saya menggugah kepada masyarakat yang tinggal di Tangsel Khususnya di wilayah Setu untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang ada di lingkungan kita. Ini menjadi kewajiaban Dinas Sosial Kota Tangsel untuk memberikan perlindungan terlebih anak yang memiliki fiisik dan mental yang kurang.”ujar H Sarbini.

Sementara itu, Wagiati ibu si bocah sedang dirawat di RSUD Tangsel  ditenani oleh suaminya karena mengidap penyakit gula dan menurut informasi akan di amputasi.

Saat ini, kondisi Alfatiri sudah bersih dan tinggal di rumah persinggahan, terlihat wajah polosnya yang ceria karena terbebas dari belenggung pemasungan selama lebih kurang tiga tahun.

“Kami akan terus memantau dan memberikan perhatian kepada bocah Alfatiri, karena orang tuanya juga sedang dirawat di RSUD Kota Tangsel untuk menjalani amputasi terhadap salah satu kakinya.

Pihak kita juga sedang mengurus BPJS untuk orang tua bocah tersebut.”terang H Sarbini. (Glen/linggs)