Daerah

Jembatan Penghubung Dua Dusun di Desa Karyamukti Tanpa Pengawasan

KARAWANG. INDONESIAPARLEMEN.COM | Lagi-lagi proyek Pemerintah diketahui tidak transparan karena tidak adanya papan proyek atau papan informasi. kali ini proyek pekerjaan pembuatan jembatan irigasi penghubung dua Dusun di wilayah Desa karya mukti Kecamatan Lemah abang – karawang.

Diduga proyek tersebut proyek Grandong karena dilokasi tersebut tidak nampak papan informasi yang seharusnya ada untuk diketahui publik.

Bahkan proyek tersebut seperti tanpa pengawasan Mandor juga minimnya pengawasan dinas terkait. apa lagi saat mandornya libur juga ga pernah muncul di lokasi pekerjaan jembatan tersebut meski proyek itu lagi dikerjakan.

Proyek jembatan penghubung dua Dusun itu merupakan salah satu proyek kebutuhan warga masyarakat sekitar yang dianggap sangat penting oleh warga karena untuk mempermudah dan melancarkan perekonomian dilingkungan itu pada umum nya.

Namun sangat disayangkan sekali ketika pekerjaan yang dikerjakan itu seakan seperti asal asalan dan diduga seperti tidak sesuai dengan gambar denah dan pola rangka pekerjaan jembatan.

Salah satu warga berinisial (BK) yang tinggal di Dusun Buah Haseun 02/02 mengatakan “Kalau jadi mandor enak bisa libur terus meskipun pekerjaan masih berjalan dan lagi dikerjakan.” ungkapnya kepada indonesiaparlemen.com.

BK pun merasa aneh saat papan proyek tidak terpasang seharusnyakan terpasang seperti nada pertanyaan masyarakat pun ingin tahu tentang anggaran pekerjaan jembatan tersebut. “biar masyarakat bisa tau anggaran yang dikeluarkan untuk pembuatan jembatan penghubung dua dusun tersebut sesuai atau tidak dengan bangunannya nanti ketika sudah selesai,” ujarnya.

Sungguh aneh proyek jembatan yang diduga proyek grandong ini seperti semakin meraja rela saat pantauan awak media memantau langsung proyek-proyek yang ada sekarang seperti papan informasi tidak penting ataukah ada kepentingan?

Bahkan saat awak media mengkonfirmasi salah satu Mandor terlihat seperti menantang dengan sombongnya seakan dirinya tidak merasa bersalah padahal seharusnya mandor tersebut memberikan petunjuk dan informasi baik pada media atau masyarakat yang mempertanyakan serta mampu memberikan arahan kepada pekerjanya agar pekerjaan yang dikerjakannya bisa kokoh dan bertahan lama dan malah aneh gaya nya seperti bos besar yang bisa libur seenaknya.

(Red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close