NEWS

Ketum AWPI : UU Pers No 40 Tahun 1999 dan KEJ Pedoman Dalam Menghasilkan Karya Jurnalis

PAPUA, INDONESIAPARLEMEN.COM -Dalam rangka pengembangan insan pers di bumi Kasuari, Ketum DPP AWPI miklat terbuka untuk umum. Peserta Diklat bukan saja dari wartawan/jurnalistik di DPD dan DPC AWPI PB, tetapi melibatkan unsur elemen masyarakat yang berbeda profesi, mulai dari pengacara, akademisi, politisi, maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Selasa (11/8/2020)

Kegiatan Diklat Jurnalistik yang di hadiri oleh Ketua DPD, DPC dan seluruh
crew AWPI Papua Barat berlangsung sekitar jam 10 Wita, di aula mesjid Al Amin kota Sorong Papua Barat. Perlu di ketahui bersama bahwa perlunya di adakan Diklat Jurnalistik agar wartawan maupun jurnalistik AWPI lebih berkopentensi secara administrasi maupun organisasi yang harus mengikuti Anggaran Dasar Rumah Tangga (ARDT) dan ketentuan syarat syarat untuk menjadi anggota Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI). Dan diantara salah satu syarat mutlaknya adalah memiliiki kapasitas dan berkomitmen untuk memajukan organisasi AWPI.

Dalam sambutannya ketua umum DPP AWPI menegaskan untuk anggota agar selalu berpegang teguh pada aturan organisasi dan kode etik organisasi, ketika menjalankan roda organisasi AWPI, sehingga roda organisasi akan berjalan sesuai relnya dan akan menghasilkan program kerja yang baik sesuai cita cita pendiri AWPI.

Lebih lanjut Hengki Ahmat jazuli berpesan, ketika teman-teman menjalankan tugas jurnalistik selalu berpedoman kepada UU pers no 40 tahun 1999, dan kode etik jurnalis sebagai pedoman dalam menghasilkan suatu karya jurnalis hingga karya saudara akan menjadi karya yang bernilai dan berbobot, ujar ketua umum DPP AWPI.

Ketum DPP AWPI berharap agar Diklat jurnalistik ini dapat memberi manfaat dalam cara menulis atau memberitakan sebuah sumber dengan terpercaya akurat dan tepat. Belau juga mengapresiasi pengurus DPD AWPI Papua barat, karena dalam organisasi AWPI se Indonesia Papua Barat yang pertama mengadakan pelantikan pengurus dari tingkat DPD sampai DPC serta even turnamen bola voli dan Diklat jurnalistik.

Sementara, Rulaf SIiletty juga memaparkan perasaan yang haru, karena rombongan DPP yang datang ketum diantaranya Hengky Ahmad Jazuli, sekjen Hendaryanyo, wakasekjen yaquitina Kusumawardani atau lebih akrab di panggil bunda Yaya berkepribadian yang humanis akrab dan bijaksana. Sebab, lanjutnya, saya pribadi juga merasa tidak percaya bahwa ifen
Akbar yang saya dan teman teman DPD, DPC eerta para sponsor rintis akhirnya bisa terealisasi juga.

Dalam sambutannya ketua umum DPP AWPI menegaskan untuk anggota agar selalu berpegang teguh pada aturan organisasi dan kode etik organisasi, ketika menjalankan roda organisasi AWPI, sehingga roda organisasi akan berjalan sesuai relnya dan akan menghasilkan program kerja yang baik sesuai cita cita pendiri AWPI.

Lebih lanjut Hengki Ahmat jazuli berpesan, ketika teman-teman menjalankan tugas jurnalistik selalu berpedoman kepada UU pers no 40 tahun 1999, dan kode etik jurnalis sebagai pedoman dalam menghasilkan suatu karya jurnalis hingga karya saudara akan menjadi karya yang bernilai dan berbobot, ujar ketua umum DPP AWPI.

(Relese/Dirham)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close