Daerah

Ditengah Pandemi, Komisi B DPRD Jatim Minta KPSP Support Koperasi Lain

JATIM, INDONESIAPARLEMEN.COM – Pandemi Covid-19 pelaku usaha menengah dan kecil harus kuat menghadapi kemorosotan ekonomi. Salah satunya Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP). Untuk itu Komisi B DPRD Jawa Timur melakukan kunjungan KPSP Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Kamis (15/10).

Wakil Ketua Komisi B, Habib Mahdi mengatakan, di tengah pandemi covid-19 peternak dan penghasil susu sapi bisa eksis, meskipun ekonomi sedang lesu. Untuk itu, diperlukan sinergitas antara peternak susu sapi, koperasi dan Pemprov Jatim. “Butuh komunikasi intens antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, peternak, pabrikan, serta koperasi,” kata Mahdi, dikonfirmasi, Jumat (16/10).

Mahdi menyebut di wilayah Nongkokajar jumlah peternak sapi perah terdapat 10.350.000, dengan populasi sapi 25 ribu. Dimana sapi tersebut mampu menghasilkan susu 25 ribu liter per hari. “Koperasi KPSP ini menjadi pendukung pabrik susu di wilayah Pasuruan, dan kebutuhan lainnya,” katanya.

Sekretaris DPW PPP Jatim itu menegaskan, agar peternak sapi kuat menghadapi kemorosotan ekonomi Pempov Jatim harus mau membackup. Dengan begitu, peternak mendapatkan support dalam menjalankan roda perekonomiannya. “Kita berdialog untuk mendapat informasi, kendala apa saja yang ditemui mereka. Kedepan bisa teruraikan,” tegas dia.

Sementara itu Anggota Komisi B DPRD Jatim, dr Agung Mulyono mengapresiasi KPSP Setia Kawan yang tetap eksis di tengah pandemi covid-19. Meski ekonomi serang lesu, KPSP tidak melakukan PHK terhadap karyawannya. “Sangat diapresiasi di tengah kondisi covid-19 masih eksis dan tidak ada PHK,” kata dr Agung.

Politisi asal Partai Demokrat ini menegaskan, keberhasilan KPSP dalam mengelola perusahaan di tengah pandemi patut dijadikan contoh bagi koperasi lainnya. Terutama yang sedang menurun pendapatannya.

Untuk itu, KPSP harus membagi pengalamannya dalam mengelola koperasi agar tetap tegar di tengah pandemi. Kehadiran KPSP dalam menguatkan koperasi lain sangat penting. Dengan begitu, antar koperasi mampu saling support dan melengkapi. “Untuk itu perlu koperasi lainnya meniru koperasi KPSP. Seharusnya koperasi ini mendidik koperasi lainnya. Sehingga Kondisi Covid tidak terpengaruh,” pintanya.

Agung tak memungkiri daya beli terhadap susu menurun akibat pandemi covid-19. Namun disisi lain kebutuhan susu untuk tubuh masyarakat juga penting. Maka, Pemerintah memetakan masyarakat yang dinilai membutuhkan asupan susu. “Kondisi Covid pasti daya beli menurun. Solusinya adalah dipetakan mana yang perlu disentuh Pemerintah mana yang tidak karena susu kebutuhan gizi yang bagus,” paparnya.

Agung menilai selama ini koperasi membawa manfaat besar untuk masyarakat sekitar. Seperti halnya income masyarakat bertambah. Meski demikian, KPSP harus mau mengeluarkan dana Corporate Sosial Respobiliti (CSR) untuk masyarakat sekitarnya yang kurang mampu.

(Yok/Ning)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close