Walkot Jakpus Sangkal Adanya Pungli BST, Ketum LSM Gagak: Pejabat Jangan Lindungi Penjahat

  • Bagikan
Foto: ilustrasi/internet

JAKARTA, INDONESIAPARLEMEN – Kabar diduga adanya pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diduga dilakukan oknum ketua RT dan Ketua RW di Kebon Melati Jakarta Pusat (Jakpus) membuat Irwandi selaku Pelaksana Tugas Wali Kota Jakpus angkat bicara.

Irwandi menyampaikan kepada wartawan melalui pesan singkat, bahwa berita tersebut tidak benar dan tidak ada indikasi pemotongan BST kepada Warga Kelurahan Kebon Melati seperti yang telah diberitakan.

“Kita sudah menurunkan inspektorat dan sudah meminta keterangan RT dan RW serta warga ternyata tidak terindikasi terjadi pemotongan dan tidak ditemukan bukti dan keterangan Lurah ini  sudah dilakukan pertemuan RW dan RT serta inspektorat.” Ujar Irwandi saat di konfirmasi Sabtu, (20/2/2021).

Baca Juga :  Komunitas Batak Perumahan Karawaci Residence Beri Ucapan Selamat HUT Polri Ke 73

Hal ini bertolak belakang dengan pengakuan seorang warga yang mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima BST dengan jumlah Full.

Menanggapi hal ini Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gagasan Aspirasi Generasi Anti Korupsi (Gagak), Rosa Adang Ibrahim ikut berkomentar.

Dia menyayangkan masih ada pejabat daerah yang melindungi kejahatan yang dilakukan Oknum ketua RT dan Ketua RW tersebut.

“Kalau benar Walkot dan inspektorat turun ke lapangan, warga tidak berani mengaku ketika ditanya soal pemotongan BST. Pasti warga akan takut, ” Ucapnya.

Adang menambahkan, jika benar ada oknum yang melakukan pungutan liar tersebut maka patut dipolisikan.

Baca Juga :  Kapolsek Peureulak Barat Diancam Akan Dilaporkan Ke Provam Polda Aceh

“LSM Gagak siap menindaklanjuti permasalahan ini, kami akan segera bersurat ke Gubernur DKI Jakarta dan Dinas Sosial ” Pungkasnya.

Adang menambahkan, pihaknya juga akan membuat laporan terkait pungutan liar (Pungli) tersebut ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Sebelumnya salah satu warga RT 12 Rw 16 Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat mengaku sangat keberatan dengan  pemotongan dana BST sebesar Rp50 ribu yang diduga di lakukan oleh Oknum RT dan RW diwilayah tersebut.

Warga Kebon Melati yang tidak ingin di sebutkan namanya itu, mengatakan bahwa pemotongan itu dilakukan untuk biaya administrasi atau uang Kas.

(Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *