Hukum dan KriminalTNI / POLRI

Kerap Lakukan Pemerasan, Tiga Petugas KPK Gadungan Diamankan Polisi

    Foto: ilustrasi

NIAS, INDONESIA PARLEMEN РPetugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan diamankan pihak kepolisian  Nias Selatan, Nias, Sumatera Utara. Aksi petugas KPK gadungan ini kerap kaki memeras kepala Sekolah Dasar (SD) dibeberapa desa dan Kecamatan.

Dikatakan Kapolres Nias Selatan AKBP Arke F Ambat, Sabtu identitas ketiga tersangka yakni Arnes Arisoca (61), Saripul Ikhwan Tanjung (39) dan Aliran Duha (60).

“Ketiga tersangka mengaku sebagai anggota KPK dan LSM Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN) yang bertugas untuk audit investigasi dan monitoring penggunaan keuangan negara,” Ujarnya.

Polisi tangkap tiga petugas KPK gadungan di Nias Sumut
Sabtu, 6 Maret 2021 20:53 WIB

Baca Juga :  Dandim 0808/Blitar, Kita Harus Menjaga dan Mempertahankan Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Tiga tersangka ini melakukan penipuan dan pemerasan sejak November 2020. Dalam aksinya, korban diperas mulai dari Rp600 ribu hingga Rp6 juta.

“Korban berjumlah tujuh orang yang seluruhnya merupakan Kepala Sekolah Dasar (SD). Total dari pemerasan sampai saat ini sudah sekitar Rp9,8 juta,” Ucapnya.

Dari ketiga tersangka polisi juga mengamankan uang Rp4,8 juta, satu unit mobil, tiga unit handphone, satu stempel, sembilan lembar kartu pengenal dan 55 lembar sistem informasi desa (SID) dari berbagai desa se-Kabupaten Nias Selatan.

Lalu, 49 lembar kertas kosong berlogo DPP LSM P2KN, 33 lembar surat berlogo DPP LSM P2KN yang isinya tulisan tangan mengenai kunjungan kerja Tim Investigator Nasional di 33 desa yang ada di wilayah Kabupaten Nias Selatan.

Baca Juga :  Kapolres Sergai Hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan Secara Virtual

“Selanjutnya, 32 lembar surat berlogo DPP LSM P2KN yang isinya tulisan tangan mengenai kunjungan kerja Tim Investigator Nasional di 32 sekolah yang ada di Kabupaten Nias Selatan, dan satu potong rompi warna hitam,” katanya.

Dari pengakuan tersangka, motif mereka yakni untuk mencari uang agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga atau kebutuhan sehari-hari.

Akibat perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 368 ayat (1) Subs Pasal 369 ayat (1) Subs Pasal 378 Jo. Pasal 64 dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan.

Penulis: Redaksi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button