Daerah

Penumpang Kereta Stasiun Purwokerto Keluhkan Minimnya Sosialisasi Tes GeNose Sebagai Syarat Perjalanan

Stasiun Purwokerto tak memasang spanduk pengumuman sosialisasi GeNose untuk penumpang

PURWOKERTO, INDONESIA PARLEMEN – GeNose merupakan alat deteksi Covid-19 yang digunakan untuk meningkatkan screening virus korona melalui hembusan nafas dengan tahap 4T, yaitu Tracking, Tracing, Testing, dan Treatment.

GeNose melakukan deteksi melalui hembusan nafas, sehingga memberikan rasa nyaman dan dapat digunakan oleh masyarakat dari anak-anak hingga lansia. Pengecekan melalui alat GeNose juga bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau.

Kementerian Kesehatan dan didukung oleh Kementerian Perhubungan menjadikan GeNose sebagai alat tes yang digunakan untuk aktivitas perjalanan masyarakat menggunakan transportasi umum, salah satunya kereta api.

Tapi sayang, nampaknya program ini kurang disosialisasikan ke calon penumpang. Seperti yang dialami Rio salah seorang penumpang kereta dari stasiun Purwokerto yang hendak menuju Jakarta.

Baca Juga :  Babak Baru Sengketa Lahan, Diam-Diam PT Hadez Gelar Mediasi Bareng Yayasan TIM

Rio menilai pelayanan stasiun Purwokerto kurang terhadap penumpang. Ia mengeluhkan tentang jam batas pelayanan Tes GeNose yang hanya dapat dilakukan Pukul 08.00 sampai 16.00 saja.

“Tidak ada spanduk dibagian depan atau dibagian yang menuliskan pengumuman itu, cuma ada stiker pamflet ukuran A4 di loket pendaftaran tes GeNose,” Keluh Rio.

Rio yang hendak menuju Jakarta dengan jadwal kereta Bengawan pukul 01.15 terpaksa tertunda lantaran ketika ia datang ke stasiun tapi loket pelayanan Tes GeNose sudah tutup.

Ia sempat meminta ke petugas terkait hal ini, tapi staff yang berjaga mengatakan jika keberadaan spanduk pemberitahuan tidaklah penting, karena PT KAI sudah melakukan sosialisasi melalui media sosial.

Baca Juga :  Hutan Menghilang Banjir Datang

“Sekarang penumpang sudah pintar, jadi ga perlu spanduk. Yang masih membaca spanduk itu penumpang ga pintar,” Ucap Latif salah seorang staf yang bertugas.

Latif pun menyarankan agar Rio menggunakan transportasi lain jika tak bisa menunjukkan surat keterangan kesehatan.

“Dia suruh saya tes di RS terdekat saja, padahal itu malam pukul 23.00. Saya bukan warga Purwokerto jadi saya tidak tahu dimana letak RS atau Fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan Tes,” Pungkas Rio.

Penulis: Redaksi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button