Daerah

Pembangunan Box Pedistrian Ruas Tol Ganggu Akses Warga, DPRD OI: Ini Bukti Perencanaan PT HKI Belum Cermat

Sebagai Anggota DPRD Ogan Ilir yang merupakan wakil dari rakyat, Wahyudi sangat mendukung adanya pembangunan Tol Indralaya-Prabumulih ini, namun Ia juga berharap kepada Pihak PT HKI, agar dalam proses pembangunannya jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan

INDRALAYA, INDONESIA PARLEMEN –  Pembangunan Box Pendestrian di ruas Tol Indralaya-Prabumulih yang dilaksanakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI)  mendapat protes warga Desa Tanjung Lalang Kecamatan Payaraman dan Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal ini diutarakan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir (OI) Wahyudi. Dia meminta agar pihak HKI agar segera mengkoreksi ulang pekerjaannya tersebut.

“Baru-baru ini saya mendapatkan laporan dari warga, dan membaca berita di Media Massa terkait adanya penolakan keras dari Warga yang mempersoalkan pembangunan  Box Pedestrian yang dikerjakan oleh PT.HKI di STA 27, dalam wilayah Desa Tanjung Lalang , Payaraman dan Desa Suban Baru Kelekar,” Jelas Wahyudi kepada Indonesia Parlemen, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (26/3/2021)

Atas laporan warga yang diterimanya oti, wahyudi menghimbau kepada pihak PT HKI agar melakukan perbaikan pada proyek pengerjaannya.

Baca Juga :  Sekda Banten Duga Ada Makelar Tanah Dibalik Pembelian Lahan Sekolah SMAN 30

“Selain itu juga ditinjau ulang kembali desain pembangunannya, untuk menghindari gejolak Warga,” Katanya.

Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menduga ada ketidak cermatan pihak HKI dalam perencanaan Pembangunan Box tersebut sehingga warga banyak yang protes.

“Inilah sebagai bukti bahwa perencanaan dan amdal pembangunan tol Indralaya-Prabumulih masih belum cermat, sebab desain box pendestrian yang dibangun HKI tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4,  padahal jalannya merupakan jalan penghubung,  apalagi tol yang dibangun banyak melalui lahan Pertanian Masyarakat, otomatis akan terganggu  untuk mengangkut hasil pertanian warga,” jelasnya.

Wahyudi pun menyayangkan pernyataan dari Project Director HKI di sebuah media yang  menyarankan apabila warga keberatan, bisa melayangkan surat resmi ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Dia menilai pernyataan tersebut salah satu bentuk sikap arogan.

“Pernyataan Project Director PT HKI Bapak Hasan Turcahyo , sangatlah tidak etis dan pantas diucapkan, jika meminta Masyarakat untuk mengajukan komplin ke Jakarta, padahal Beliau sendiri yang ada dilapangan, apalagi HKI  bagian dari HK, alangkah bijak nya jika Beliau sendirilah yang mesti menyampaikan hal tersebut, Ke Kementrian di pusat, menurut Saya itu yang lebih etis,” Sesalnya.

Baca Juga :  Dikawal PWRI, Pemkab Belitung MOU Dengan Investor Korea

Sebagai Anggota DPRD Ogan Ilir yang merupakan wakil dari rakyat, Wahyudi  sangat mendukung adanya pembangunan Tol Indralaya-Prabumulih ini, namun Ia juga berharap kepada Pihak PT HKI, agar dalam proses pembangunannya jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan.

“Kami tidak ingin Masyarakat yang dirugikan  dengan pembangunan Tol ini, karena adanya perencanaan dan analisa amdal yang tidak matang sehingga merusak lahan pertanian, perternakan dan perkebunan, ditambah dampak getaran keras pembangunan telah membuat rumah warga retak,” Pungkasnya.

Penulis: Tim IP Sumsel
Editor: Angie

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button