Daerah

Terindikasi Korupsi, Polda Jateng Lakukan Pemeriksaan Proyek Mangkrak di Pemalang

tim dari Dit Reskrimsus Polda Jateng melakukan pengecekan kelokasi bangunan yang mangkrak

PEMALANG, INDONESIA PARLEMEN – Ketua Umum Jaringan Masyarakat Anti Korupsi Pemerhati Kebijakan Penggunaan Anggaran Negara (JAMAK PKPAN) , Siswanto menduga ada tindak pidana korupsi dalam pembangunan Bak Penjernih Air di Desa Gongseng, Kecamatan Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah (Jateng).

Atas dugaan itu, pria yang juga menjabat Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Pemalang (AMPP) ini sudah membuat laporan ke Polda Jateng.

Atas laporan yang ia buat, Pada Rabu 7 April 2021 lalu, tim dari Dit Reskrimsus Polda Jateng melakukan pengecekan kelokasi bangunan yang mangkrak tersebut pada 10 April 2021.

Siswanto melaporkan kepala Desa terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2019, ke Ditreskrimsus Polda Jateng dengan Surat Aduan Nomer: STPA/ 742/Xl/2020/Reskrimsus.

Baca Juga :  Babinsa Tanjung Riau Himbau Warga Untuk Menjaga Lahan Hutan Lindung

“Saya ikut ke lokasi proyek bersama tim dari Polda Jateng untuk membantu pengumpulan data selanjutnya demi memudahkan dalam memberikan keterangan,” Ucap Siswanto kepada Indonesia Parlemen, Senin (13/4/2021).

Polisi juga meminta agar pelapor membawa data pendukung terkait pengaduan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) yang sebelumnya dilaporkan di Polda Jateng.

Kasus tersebut pada mulanya dilaporkan oleh siswanto ke Polda Jateng, pada 17 September 2020 tahun lalu, dan baru sekarang pengecekan Obyek bangunan Bak Penjernih Air yang berlokasi diwilayah Sepadan Bendungan Cipero, Pemalang.

Hal tersebut dibenarkan SP (40) warga setempat.

“Bahwa di Desa saya tadi kedatangan tamu 4 orang petugas dari Polda untuk Cek lokasi bangunan Bak Air yang mangkrak, dan belum dapat dikonsumsi oleh warga,” ucapnya.

Baca Juga :  Baru Berkiprah FBCL adakan Bakti Sosial

Sementara Saryadi selaku Kepala Desa (Kades) Desa Gongseng menjelaskan kalau kedatangan 4 petugas dari tim Ditreskrimsus Polda Jateng mengaku tidak tahu karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Soal Pembangunan Bak Penjernih Air, pada saat mengajukan permohonan Ijin ke BBBWS (Balai Besar Wilayah Sungai)  diijinkan atau tidak, saya tetep bangun dilahan itu, Sebab menurut saya, ini demi warga,” Kata Saryadi saat dihubungi lewat telepon selularnya.

Dia menambahkan, dengan pertimbangan warga sebelah barat keatas kalau musim kering sama sekali tidak dapat air, kalau warga sebelah timur, masih mending dapat air dari Pamsimas, pungkasnya sambil langsung menutup sambungan teleponnya.

Reporter: Tim IP Pemalang
Editor: Angie

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button