Nasional

Bahlil Lahadalia, Mantan Sopir Angkot Yang Kini Jadi Menteri

Bahlil Lahadalia saat dilantik menjadi Menteri Investasi di Istana, Rabu (28/4/2021)

JAKARTA, INDONESIA PARLEMEN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmikan kementerian baru yaitu Kementerian Investasi, yang merupakan perubahan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Bahlil Lahadalia pun dilantik menjadi Menteri Investasi pada Rabu (28/4/2021).

Presiden mempercayakan persoalan investasi di Indonesia kepada Bahlil yang sejak 23 Oktober 2019 lalu menjabat sebagai kepala BKPM.

Di bawah kepemimpinan Bahlil, pencapaian investasi terbilang cukup baik. Sepanjang 2020, realisasi investasi menembus Rp826,3 triliun atau 101,1 persen dari target investasi, Rp817,2 triliun.

Selama kepemimpinan Bahlil,  BKPM berhasil merealisasikan investasi Rp474,9 triliun atau 67,1 persen dari total investasi mangkrak, Rp708 triliun.

Baca Juga :  Presiden Ajak LDII Tingkatkan Toleransi Beragama

Atas pencapaian itulah yang membuat kinerja Penanaman Modal Asing (PMA) atau Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia tidak jatuh dalam, yakni hanya minus 5,1 persen di tengah pandemi Covid-19.

Sebelum masuk ke jajaran pemerintahan, Bahlil dikenal sebagai seorang pengusaha. Dia dikenal memiliki sejumlah perusahaan dalam berbagai sektor, mulai dari perkebunan, properti, transportasi, pertambangan, hingga konstruksi.

Pria kelahiran Banda, Maluku Tengah, Maluku, 7 Agustus 1976 itu merupakan pemilik PT Rifa Capital Holding Company dari 10 perusahan lain.

Baca Juga :  Perkuat Sinergitas Dengan TNI, Polsek Metro Gambir Berikan Kue Ultah dan Tumpeng Saat Perayaan HUT ke 75

Bahlil meniti kariernya dari nol. Sebelum namanya besar di dunia bisnis, ia berjuang hidup dengan berdagang kue hingga menjadi sopir angkutan umum.

Ayah Bahlil dahulu berprofesi sebagai kuli bangunan. Sementara, sang ibu ikut bekerja membantu ekonomi keluarga dengan menjadi tukang cuci.

Sejak sekolah dasar Bahlil turut membantu perekonomian keluarga. Ia menjual kue di sekolah.

Saat masih bersekolah di tingkat menengah pertama, Bahlil sempat menjadi kondektur. Di tingkat menengah atas, ia pernah jadi sopir angkot.

Editor: Redaksi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button