Nasional

Pemerintah Tetapkan KKB Papua Teroris

Menko Polhukam, Mahfud MD

JAKARTA, INDONESIA PARLEMEN – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Tindakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua belakangan ini disebut sebagai aksi terorisme.

Aksi kelompok tersebut memenuhi definisi teroris berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

“Apa yang dilakukan oleh KKB dan segala nama organisasi dan orang-orang yang berafiliasi adalah tindakan teroris,” ucap Mahfud MD dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Dijelaskan Mahfud, pengertian teroris ialah siapa pun yang merencanakan, menggerakkan, dan mengorganisasikan terorisme. Sedangkan terorisme adalah setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas yang dapat menimbulkan korban atau kerusakan.

Baca Juga :  Ini Cara Daftar Sekolah Kedinasan Secara Daring

Pemerintah telah meminta Polri, TNI, Badan Intelijen Negara (BIN) dan aparat terkait bertindak cepat dan tegas. Namun, seluruh tindakan tegas harus tetap terukur dan sesuai koridor hukum.

“Dalam arti, jangan sampai menyasar ke masyarakat sipil,” kata Mahfud.

Kebrutalan KKB menembak dua orang guru di Beoga dan seorang pelajar di Ilaga hingga meninggal. Mereka juga membakar rumah guru, sekolah, dan rumah kepala suku. Kemudian Kabinda Papua Brigjen TNI Putu Dani ditembak oleh KKB di Dambet, Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4/2021) lalu.

Baca Juga :  Tinjau Longsor Nganjuk, Mensos Himbau Percepatan Relokasi Rumah Korban Bencana

Terakhir, tiga anggota Polri menjadi korban saat kontak tembak dengan  KKB pimpinan Lekagak Telenggen. Bharada Komang meninggal. Bripka M Syaifudin tertembak di perut dan Ipda Anton Tonapa di punggung atas.

Editor: Redaksi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button