Daerah

Protes Kebijakan Larangan Mudik, Mahasiswa di Kalbar Demo di Kantor Gubernur

KALBAR, INDONESIAPARLEMEN – Sejumlah Aliansi mahasiswa Kalbar menggugat menggelar aksi demo damai di kantor Gubernur Kalbar di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kamis(6/5/2021).

Mahasiswa yang terdiri dari PMII, GMNI, GMKI menuntut agar larangan mudik dicabut oleh Gubernur Kalbar.

Mereka memprotes kebijakan larangan mudik jelang Lebaran.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut solusi atas larangan mudik Lebaran yang terjadi di wilayah Kalbar.

“Kami datang atas dasar keresahan masyarakat yang tidak bisa pulang, berkumpul bersama keluarga di Hari Raya. Kami ingin meminta solusi kepada bapak gubernur untuk masyarakat terkait kebijakan larangan mudik” ujar salah satu pengunjuk rasa saat melakukan orasi didepan kantor gubernur.

Dalam aksi tersebut, ada beberapa tuntutan yang ingin disampaikan mahasiswa tersebut terkait larangan mudik Lebaran salah satunya memberikan rapid test atau swab antigen secara gratis bagi pemudik.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 03/Serengan Perkecil Edukasi PPKM Sampai ke Tingkat RT

” Kami meminta kalau untuk lintas Kota maupun Kabupaten agar diizinkan. Selain itu juga kalau memang rapid test dan swab antigen itu dijadikan sebagai syarat, kalau bisa digratiskan agar tidak memberatkan masyarakat kecil. Kami juga mendukung langkah pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan tidak mudik keluar tetapi kalau untuk di dalam daerah kiranya diberikan izin,” timpalnya.

Berdasarkan pantauan indonesiaparlemen.com, sejak pagi kantor gubernur dijaga ketat oleh apartur kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, sekumpulan mahasiswa tersebut masih menunggu kehadiran Gubernur Kalbar untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah melarang masyarakat untuk untuk mudik saat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada 6-17 Mei 2021. Aturan itu termasuk dalam Surat Kemenhub No PM 13 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian pada masa Idul Fitri 1442 H. Kebijakan ini sendiri tak lepas dari upaya pengendalian wabah COVID-19 yang masih merajalela di Indonesia.

Baca Juga :  Polres Pekalongan Distribusikan 240 Paket Sembako dari Kemenparekraf

Para mahasiswa itu berharap dapat bertemu dengan gubernur Kalbar Sutarmidji, namun para aksi itu di hadapankan oleh Asisten III Setda Provinsi Kalbar, Sekundus, Kadinkes Provinsi Kalbar, Harisson Kasatpol PP Kalbar Antonius Rawing, Kadishub Kalbar Ignasius IK.

Sampai dengan aksi usai Mahasiswa masih enggan untuk menerima penjelasan selain dari Gubernur, mereka ingin bertemu langsung dengan Gubernur Kalbar.

Reporter: Faisal
Editor: Cece

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button