Daerah

Dipersulit Daftar JKN-KIS, Warga Nagari Tigo Jangko: Saya Merasa Dibohongi Petugas

Kartu Indonesia Sehat diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu

TANAH DATAR, INDONESIA PARLEMEN – Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak bisa dirasakan oleh Sisca warga Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, terbaring sakit lantaran pendarahan kehamilan yang dialaminya.

Sisca mengalami kesulitan untuk mengurus kepesertaan JKN-KIS. Dila yang tak lain adik dari Sisca sempat mencoba membantu untuk mendaftarkan JKN-KIS yang hendak digunakan untuk persalinan.

Namun sayang, Dila mengakui terhalang oleh rumitnya proses Birokrasi. Pasalnya, Dila mengajukan data untuk pengurusan KIS melalui kantor Wali Nagari Tigo Jangko, data tersebut diduga tidak diajukan oleh staf dari Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Nagari Tigo Jangko.

“Saya bawa data punya kakak saya (Sisca) yang saat ini masih menjalani perawatan dirumah sakit. Kata petugas taruh saja datanya nanti mereka yang akan mengirim data ke Dinas Sosial untuk diverifikasi,” Cerita Dila kepada Indonesia Parlemen, Sabtu (8/5/2021).

Baca Juga :  Tingkatkan Ketahanan Pangan, Polsek Pekalongan Barat Tebar Bibit Ikan Nila dan Bibit Ikan Gurami

Dila lantas meminta bantuan Indonesia Parlemen untuk melakukan pengecekan ke Dinas Sosial (Dinas Sosial) Tanah Datar. Namun sayang dari hasil temuan, data Sisca yang diurus melalui Dila tidak ada di Dinas Sosial. Kuat dugaan petugas yang ditemuinya tidak mengirimkan data Sisca ke Dinsos.

Saat coba dikonfirmasi terkait data yang dimasukkan Dila, Mitra Sari selaku staf kesra mengaku jika data tersebut sudah dikirimkan ke Dinas Sosial.

“Coba cek ke Dinas Sosial sana, pasti ada ketemu,” Kata Mitra Sari dengan nada tinggi.

Baca Juga :  Ikatan Pendeta Menetap Batam Gelar Doa Bersama Kedua Mendukung Pilkada yang Aman, Damai dan Kondusif

Pernyataan Mitra Sari ini berbanding terbalik dari penelusuran di Dinas Sosial yang tidak menemukan data Sisca untuk pengajuan program KIS.

“Saya merasa kecewa, saya di bohongi. Karna kakak saya butuh KIS untuk berobat makanya saya urus melalui pemerintah Nagari. Kakak saya hamil dan pendarahan di prediksi Dokter akan melahirkan tanggal 12 Mei. Nyatanya data yang saya ajukan melalui pemerintah Nagari tidak ada di Dinsos,” Ujar Dila dengan raut wajah murung.

Atas apa yang dialaminya, Dila menduga jika pihak pemerintah Nagari Tigo Jangko tidak melakukan pendataan untuk pengurusan KIS kelapangan. Melainkan hanya melakukan pendataan dikantor saja.

Reporter: Debi Putra
Editor: Angie

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button