Nasional

Ketatnya Penyekatan di Pantura, Pemudik Ini Bisa Lolos Sampai Cirebon

Foto: ilustrasi

CIREBON, INDONESIA PARLEMEN – Polsek Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat lakukan penyekatan di jalan raya Pantura, Tegal gubuk, Kabupaten Cirebon.

Kapolsek Gegesik, AKP Sayidi menerangkan terkait oprasi penyekatan di lintasan jalan Raya Pantura, Tegal gubuk itu dimulai sejak tanggal enam Mei kemarin.

Menurutnya, sudah mempersiapkan prasarana di pos dan melibatkan beberapa personil dari TNI-Polri, Dishub, Sat-Pol PP serta Pramuka sekitar 35 orang.

“Untuk polri sendiri ada 2 regu terdiri 17 personil per regu,” kata, Sayidi.

Ia berkata, pemudik yang masih kedapatan yang berusaha ingin melintas itu kemungkinan melalui jalan pintas untuk menghindari petugas pengamanan.

“Ada aja pemudik yang mungkin disananya lewat jalan tikus untuk menghindari petugas,” ungkap, Sayidi saat ditanya soal pemudik yang masih dapat  melintas di jalan raya Pantura.Minggu ( 09/05/2021 )

Baca Juga :  Pemudik Ini Nekat Bersembunyi Dalam Gulungan Kain Demi Hindari Petugas

Keterangannya, jika terdapat pemudik ingin melanjutkan perjalanan harus di pertanyakan terlebih dahulu persyaratannya.

“Kita tanya dulu persyaratan nya seperti hasil cek antigen, kalau tidak ada disini ada swab antigan dulu, karena memastikan kesehatan pemudik dulu sebelum kekampungnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, kecuali bagi pemudik yang tidak ingin di test swab antigen akan disuruh putar balik.

Hal yang sama disampaikan petugas kesehatan dari puskesmas Tegal Gubuk, Tarsidi membenarkan bahwa setiap pemudik yang ingin melintas wajib di test swab antigen.

“Untuk pemudik yang tidak punya test swab antigan bisa di test swab  disini,” ulasnya.

Baca Juga :  Warga Dengar Dua Kali Ledakan Sesaat Setelah Pesawat Jatuh

Menurutnya, pihak dinas kesehatan Kabupaten Cirebon sudah berkerjasama dengan Polresta Cirebon untuk kegiatan  itu.

Menurut salah satu pemudik, Tarcim yang mengaku dari wilayah Cileungsi menceritakan tentang perjalanan mudik bersama adiknya.

“Diperjalanan ya Alhamdulillah pak lancar,   dari Cileungsi lewat jalan Setu,” ceritanya.

Diakui Tarcim, dia menjalani test swab antigen terlebih dahulu.

“Di test swab antigan gratis pak,”tuturnya.

Tarcim menuturkan karena sudah adat orang Jawa setiap tahun menjelang hari raya IdulFitri wajib sungkeman kepada orang tua sehingga hal itu yang membuat tekad dirinya untuk tetap mudik.

Reporter: Dirham/Agung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button