TNI / POLRI

Satu Orang Reaktif Saat Swab Antigen di Polsek Cisauk

TANGERANG, INDONESIA PARLEMEN – Polsek Cisauk Polres Tangerang Selatan terus gencar melakukan swab antigen terhadap para pemudik dan masyarakat di 2 wilayah hukumnya, yakni di Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang dan Kecamatan Setu Tangerang Selatan.

Kegiatan pelaksanaan Swab antigen tersebut dipimpin langsung Kapolsek Cisauk AKP Fahad Hafidhulhaq dan total yang di-swab pada hari ke – 9 ini sebanyak 69 orang dan hasilnya 1 orang dinyatakan reaktif.

Dalam upaya ini, Polsek Cisauk melakukan swab antigen secara stasioner di posko dan secara mobile dengan mendatangi rumah pemudik. Salah satunya pemudik yang melakukan swab antigen di posko swab antigen Cisauk dinyatakan reaktif dan telah diisolasi mandiri.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Polres Pekalongan Beri Bantuan 25.000 Bibit Ikan Lele

“Dalam arus balik ini, kami Polsek Cisauk dan jajaran Muspika Kecamatan Cisauk dan juga Kecamatan Setu akan telah melakukan upaya-upaya antisipasi dalam pencegahan penanganan penyebaran Covid-19,”kata Kapolsek.

Lanjutnya, ini kami lakukan dengan mendirikan posko pelayanan swab antigen gratis, penempelan stiker di rumah pemudik hingga jemput bola dengan Swab Pro Aktif Door to door,” jelas Kapolsek Cisauk AKP Fahad Hafidhulhaq dalam keterangannya, Senin (24/5/2021).

AKP. Fahad Hafidhulhaq menambahkan bahwa Polsek Cisauk Polres Tangerang Selatan bersama Tiga Pilar dan bekerja sama dengan Puskesmas akan terus melakukan upaya jemput bola dengan mendatangi para pemudik yang sudah kembali ke rumahnya di samping pelaksanaan swab di posko utama Kampung Tangguh dan di pos PPKM.

Baca Juga :  Meski Dapat WTP, Kapolri Siap Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

“Hasil pelaksanaan tes swab pada hari ini, ada 69 orang dengan hasil 1 orang warga diketahui hasilnya reaktif. Selanjutnya 1 orang yang reaktif itu, kita serahkan ke pihak Puskesmas untuk diisolasi dan penanganan lebih lanjut serta dilakukan Tracing pada kontak erat,”ujar Kapolsek Cisauk AKP Fahad.

Masih kata Kapolsek, pemudik yang reaktif tersebut diisolasi mandiri di tempat yang sudah ditentukan selama 14 hari. Dan hasil swab antigen pemudik dan warga yang negatif diperbolehkan melakukan aktivitas kembali.

( Glen )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button