Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja, MUI Serukan Taubat Nasional

  • Bagikan
Foto: ilustrasi

JAKARTA – Ketua Tim Peduli Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ikhsan Abdullah mengajak seluruh umat beragama dan Masyarakat Indonesia untuk bersama-sama melakukan tobat nasional.

Menurutnya, ikhtiar ruhaniah itu dilakukan dengan memohon kepada Tuhan Yang Maha Pengampun agar Indonesia terbebas dari pandemi Covid-19.

“Saya berpandangan bahwa berdoa itu bagian dari ikhtiar. Tidak ada kata terlambat. Terus ikhtiar, terus berdoa. Ikhtiar lahir, ikhtiar jasad jalan, tetapi ikhtiar lahir, ikhtiar batin juga perlu. Saatnya bersama-sama melakukan tobat nasional,” kata Ikhsan dalam diskusi virtual ‘PPKM Darurat: Macet di Penyekatan’, Selasa 6 Juli 2021.

Ikhsan mengatakan semoga semua masyarakat diampunkan dari dosa-dosa dalam hal penegakan hukum, dosa-dosa jual beli pasal dan jabatan, dari dosa-dosa korupsi tapi dituntut dengan pasal murah.

Baca Juga :  Ketua MUI Serdang Bedagai Dukung Polri Sikat Terorisme

“Karenanya kita perlu juga instropeksi, Mengapa Pandemic Corona ini terus mengancam dan meningkat kasusnya, sementara di negara-negara tetangga bahkan di berbagai kawasan dunia kecenderungannya melandai dan bahkan zero. maka berdzikir, Istigosah sebagai tobat nasional itu menjadi penting agar dibukakan pintunya,” sambungnya.

Disampaikan Ikhsan, tobat nasional digelar seluruh umat beragama di Indonesia dalam waktu bersamaan dari masing-masing rumah ini sekaligus mendoakan warga yang meninggal akibat terpapar Covid-19.

Selain itu juga mendoakan tenaga kesehatan yang berjibaku tak kenal lelah dalam menanggulangi pandemi. serta berdoa untuk keselamatan Bangsa Indonesia

Dalam diskusi bersama narasumber Analis Sosial Politik UNJ Ubedilah Badrun yang digelar RMOL itu, Ikhsan yang juga Ahli Hukum dan Wasekjen MUI Pusat kemudian mengingatkan seluruh komponen bangsa agar bahu-membahu menanggulangi Covid-19. Yakni dengan kembali ke budaya gotong-royong dalam rangka memutus mata rantai Covid-19.

Baca Juga :  BPKP Rilis Hasil Investigasi 97 Ribu PNS Fiktif Yang Masih Terima Gaji

“Kita punya apa? Kita bantu tetangga terdekat yang membutuhkan, gotong-royong-lah. Tetap taat dan patuhi protokol kesehatan dan diimbangi dengan ikhtiar doa,” jelasnya.

Sementara Ubedillah Badrun mengatakan, ikhtiar ruhani sebagaimana usulan Ikhsan Abdullah sangat penting dilakukan saat ini. Ia lantas menyinggung bagaimana keseluruhan perjuangan Bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan, bisa diraih karena berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

“Saya setuju dengan apa yang disampaikan Pak Kiyai Ikhsan mengenai pentingnya kesadaran spiritual,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *