Jakut Adakan Sosialisasi Panduan Pemotongan Hewan Kurban Saat Pandemi

  • Bagikan
(Foto : Dokumentasi Kominfotik Jakut)

JAKARTA – Ratusan panitia pemotongan hewan kurban mengikuti sosialisasi Pengendalian Penampungan, Penjualan, dan Pemotongan Hewan Kurban menjelang peringatan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah. Prenerapan protokol kesehatan menjadi kunci mengingat peringatan Idul Adha kali ini masih diwarnai pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Kota Kota Administrasi Jakarta Utara Suroto mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan yang ketat saat pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Hal ini bertujuan agar proses pemotongan hewan kurban tidak menimbulkan klaster baru penambahan kasus Covid-19 yang saat ini masih terjadi di Ibu Kota Jakarta.

“Saya menghimbau semua peserta yang merupakan panitia pemotongan hewan kurban untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar sesuai syariat agama Islam. Begitu pun saya menghimbau semua proses itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Suroto salam kegiatan tersebut,” Selasa (13/7).

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kota Administrasi Jakarta Utara Unang Rustanto menjelaskan kegiatan ini diikuti 250 orang sebagai panitia pemotongan hewan kurban dari 125 masjid di Jakarta Utara.

Baca Juga :  Pelaku Ujaran Kebencian dan Penghinaan Terhadap Presiden Jokowi Berhasil Diringkus Polisi di Bintan

Peserta dibekali materi tata cara pemotongan hewan kurban dari narasumber yang berasal dari Divisi Penyembelihan Halal, Halal Science Center Institut Pertanian Bogor (IPB), Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara, serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Administrasi Jakarta Utara.

“Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan PT Indonesia Power PRO POMU (Priok Power Generation & OM Services Unit),” jelasnya.

Unang memastikan sebanyak 3.716 ekor hewan kurban yang terdiri dari 1.680 ekor sapi, 1.872 ekor kambing, dan 164 ekor domba di 67 lokasi penjualan hewan kurban telah diperiksa.

Hasil pemeriksaan dipastikan seluruh hewan kurban yang dijual di Jakarta Utara tidak terdeteksi adanya tanda-tanda klinis penyakit hewan menular seperti Septichaemi Epizootica, Anthrax, Brucellosis dan Rabies.

”Sejak 5 Juli 2021 sampai saat ini kami sudah memeriksa hewan kurban. Kami lakukan pemeriksaan untuk memastikan atau memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang dijual di Jakarta Utara telah memenuhi syarat kesehatan,” tukasnya.

Baca Juga :  MK Tolak Gugatan Muhamad - Sara Untuk Sengketa Pilkada Tangsel

Sementara General Manajer PT Indonesia Power PRO POMU Suparlan menyebut sebanyak 125 paket sarana higienitas penanganan hewan kurban disalurkan kepada panitia pemotongan hewan kurban melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jakarta Utara.

Setiap paket terdiri dari satu unit pisau sembelih Butcher Knife Ukuran dua belas inchi, dua lembar terpal plastik alas daging ukuran 2×10 meter persegi, dan 25 buah besek berbahan bambu.

“Kami mempunyai tugas melayani masyarakat apalagi di tengah pandemi seperti ini, kami menjamin pasokan listrik sehingga pelayanan kesehatan terus berjalan. Kami ucapkan terima kasih bisa bersinergi dalam momentum Idul Adha melalui program CSR (Corporate Social Respondsbility) yang hubungannya pada pelayanan masyarakat, utamanya mendukung ketahanan pangan,” tutupnya.

Reporter : Bintarsih

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *