BEM Universitas Tridinanti Sebut Gubernur Sumsel King Of Kelakar, Pengamat: Buat Gaduh Saja

  • Bagikan

JAKARTA – Beberapa waktu lalu, jagat media diramaikan dengan munculnya pernyataan dari BEM Universitas Tridinanti Palembang (UTP) yang menuduh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru sebagai King Of Kelakar. Hal ini sontak memunculkan reaksi dari berbagai kalangan masyarakat.

Salah satu komentar keras datang dari aktivis sekaligus pengamat politik Sumsel, Muhammad Arief. Menurutnya pernyatan BEM UPT tersebut tidak nyambung dan hanya membuat gaduh publik di tengah kondisi pandemi yang belum berakhir. Selain itu, Arief menilai hanya mengikuti trend seperti kritik BEM UI kepada Presiden Joko Widodo.

“Saya kira ini tindakan cari panggung saja, mengikuti trend dari kampus ternama yang sempat ramai melabeli presiden. Sementara jejak gerakan aktivis kampus UPT ini tidak pernah muncul. Ya hanya nyari sensasi saja saya kira ditengah kondisi publik sedang sulit. Mereka tidak paham ihwal apa yang sebenarnya dikritik. Ujungnya ya begini, gak nyambung antara premis pertama dengan kesimpulan, ini nampak sekali gerakan mahasiswa yang gak beres,” ungkap Arief kepada awak media, Sabtu (31/7/2021).

Baca Juga :  Bedah Ensiklopedi Toponimi Jepara, Berharap Jadi Daya Gugah

Lebih lanjut, Arief menyebut rekam jejak gerakan mahasiswa sekaligus kampus Tridinanti tersebut. Pihaknya menilai kampus tersebut telah sejak lama memiliki hubungan dekat dengan salah satu kekuatan politik di Sumsel yaitu, Alex Noerdin.

“Saya terus terang sedikit tahu dan mengikuti bagaimana gerakan temen-temen mahasiswa dj Sumsel ini, termasuk orientasi kampusnya. Bisa dicek di Google yah, memang sejak lama kampus Tridinanti menjalin hubungan dekat dengan mantan Gubernur Alex Noerdin. Itu fakta, dan saya kira semua juga tahu itu,” imbuhnya.

Sejumlah agenda Alex Noerdin di kampus tersebut diantaranya, semasa menjabat Gubernur tepatnya tanggal 28 Juli 2018, Alex Noerdin menghadiri peresmian Gedung Kuliah dan Auditorium Universitas Tridinanti Palembang (UTP). Selain itu, pada tanggal 28 April 2018, Alex juga turut hadir dalam wisuda Sarjana Program Strata I ke-60 dan Wisuda Ahli Madya Program Diploma III ke-74 serta Program Magister Manajemen ke-28 Universitas Tridinanti Palembang tahun akademik 2017-2018 di Hotel Aryaduta Palembang.

Tak hanya Alex Noerdin, Universitas Tridinanti juga mengundang anak kandung Alex yakni Dodi Reza menjadi pembicara sekaligus motivator untuk berbicara dihadapan mahasiswa kampus tersebut. Salah satunya saat Dodi diundang menjadi pembicara pada tanggal 04 Maret 2020 yang juga digelar bersamaan dengan sosialisasi tentang Fakultas MM UTP Palembang bagi seluruh pegawai ASN dan non ASN di lingkungan Pemkab Muba.

Baca Juga :  Gebrakan Herman Deru Atasi Pandemi Di Bumi Sriwijaya

“Jadi sangat jelas, kampus ini sangat akrab dan dekat dengan keluarga Alex Noerdin. Artinya, tuduhan BEM UTP kepada Herman Deru ini jelas sangat terkait dengan kekuatan Alex Noerdin. Coba kita lihat, mana suaranya BEM UTP saat Alex disebut menerima aliran dana sebesar hampir Rp. 2,5 Miliar dari hasil korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, gak ada sama sekali,” imbuhnya.

Harusnya lanjut Arief, kelompok intelektual terdidik seperti mahasiswa dan juga kampus sebagai institusi pendidikan, mengambil peran penting dalam menyelesaikan persoalan bangsa salah satunya pandemi Covid-19. “Lah ini justru jadi alat politik salah satu kekuatan politik tertentu. Sungguh sangat disayangkan,” pungkasnya.

Editor: Angie

  • Bagikan

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *