Saling Lempar Selisih Data KPM penerima BST di Kabupaten Bogor

  • Bagikan
Foto: ilustrasi

BOGOR – PT Pos Indonesia realisasikan Bantuan Sosial Tunai (BST) melalui tehnik kesejahteraan sosial ke masyarakat Desa Bojong Baru Kecamatan (TKSK) Bojong Gede Kabupaten Bogor, Jawa Bawat Minggu (25/7/2021).

Hapid selaku kordinator PT Pos Indonesia berkoordinasi dengan Kaur Kesra, Fikri untuk melakukan pengawalan dalam pencairan BST ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hapid mengatakan dana BST akan diserahkan ke 822 KPM di Bojong Gede.

Namun hal berbeda diungkapkan Fikri selaku Kaur Kesra Desa Bojong Baru, yang mengatakan jika masyarakat Bojong Gede yang mendapatkan undangan dari pemerintahan Desa Bojong baru sebanyak 732 KPM saja.

“Dan memang dari tahap awal tidak pernah capai 800 warga,” katanya kepada Indonesia Parlemen, Kamis (28/7/2021).

Baca Juga :  Jelang Sekolah Tatap Muka, Ratusan Guru Di Kubu Raya Lakukan Vaksinasi

Hal senada juga diutarakan Hapid, dia berujar untuk selisih data pihaknya tidak tahu.

“Kami hanya pembayaran ke Warga yang diundang sesuai data. kalau soal ketidakcocokan data silahkan cek ke TKSK kecamatan,” ucap Hapid

Ketika Indonesia Parlemen menemui Asep selaku TKSKĀ  Kecamatan Bojong Gede untuk konfirmasi terkait perselisihan jumlah KPM tersebut, dia menyanggah soal selisih data undangan KPM tersebut.

“Apa yang dikatakan Hapid tidak benar, dia bukan ketua jadi dia tidak punya kapasitas untuk menjawab pertanyaan (wartawan),” kata Asep.

Dalam kesempatan terpisah, Salah satu warga Desa Bojong Baru mengaku sudah mendapatkan undangan penerimaan BST dari Kecamatan Bojong Gede namun karena alasan administrasi undangan tersebut batal ia terima.

Baca Juga :  Polres Pekalongan Distribusikan 240 Paket Sembako dari Kemenparekraf

“Ada legalitas yang kurang jadi harus dilengkapi dahulu,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.

Sebelumnya, pemerintah juga telah mengalokasikan BST sebesar Rp15,1 triliun untuk 10 juta KPM selama 2 bulan yakni Mei Juni 2021, yang cair pada Juli dengan indeks Rp 600 ribu/KPM yang disalurkan oleh PT Pos Indonesia.

Alokasi BPNT/kartu sembako sebesar Rp 42,3 triliun menyasar sebanyak 18,8 juta KPM dan mendapat tambahan dua bulan, yakni bulan Juli dan Agustus dengan indeks Rp200 ribu/KPM/bulan yang disalurkan melalui Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Reporter: Elis/Heri

Editor: Angie

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *