Satgas Covid-19 Minta Waspada Gelombang Ketiga

  • Bagikan
Foto: Ilustrasi

JAKARTA – Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan dibandingkan dengan dunia dan beberapa negara lainnya.

Laju kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan secara konsisten sebesar 88,9% selama delapan minggu berturut-turut. Meski demikian, Satgas Penanganan Covid-19 meminta agar semua tetap mewaspadai munculnya gelombang ketiga Covid-19.

Hal itu dikarenakan saat ini sejumlah negara sedang mengalami lonjakan ketiga alias third wave Covid-19. Wiku Adisasmito mengatakan, secara historis, kasus Covid-19 Indonesia memuncak pada saat peralihan antargelombang corona dunia.

Baca Juga :  Niat Mau Transaksi Sabu Tapi Sayang Keburu Digerebek Polisi

Saat ini, negara seperti Malaysia hingga Amerika Serikat sedang mengalami gelombang ketiga. Oleh sebab itu Wiku meminta masyarakat waspada agar Indonesia tidak menyusul.

“Disiplin protokol kesehatan agar kita tidak menyusul third wave dalam beberapa bulan ke depan,” kata Wiku dalam konferensi pers secara daring, Selasa (14/9/2022).

Dia berpendapat, pelajaran penting yang dapat dipetik dari lonjakan kasus di Indonesia adalah menjaga protokol kesehatan seiring pelonggaran aktivitas masyarakat. Apalagi dari kasus India, Malaysia, dan Jepang, pola lonjakan ini berpotensi muncul.

Dia menambahkan, lonjakan kasus di Indonesia juga segera dapat ditangani sehingga kurva menunjukkan pelandaian hingga saat ini di saat negara lain mengalami lonjakan kasus ketiga.

Baca Juga :  Breaking News! PPKM Diperpanjang Sampai 2 Agustus 2021

Perkembangan yang baik ini, kata Wiku, sudah sepatutnya kita apresiasi karena menunjukkan ketahanan bangsa kita dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan tenaga kesehatan yang tidak kenal lelah menangani pasien dan kerja sama yang baik antara seluruh kepala daerah di Indonesia,” urai Wiku.

Untuk itu pemerintah telah menyusun peta jalan sebagai dasar tatanan hidup baru bagi masyarakat dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali dan di luar Jawa Bali.

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *