Anak Dibawah 12 Tahun Diperbolehkan Masuk Mal, Wagub DKI Beri Imbauan Begini

  • Bagikan
Foto: ilustrasi

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau agar anak-anak usia di bawah 12 tahun tetap berada di rumah, meskipun sudah diizinkan untuk masuk mal. Menurut Riza, tempat terbaik bagi anak-anak dan lansia adalah rumah karena potensi penularan Covid-19 justru tinggi di saat-saat adanya pelonggaran kegiatan masyarakat.

“Tempat yang terbaik, apalagi bagi anak-anak dan orang tua (lansia) adalah di rumah. Semuanya juga yang lebih baik tetap berada di rumah terlebih bagi anak-anak dan orang tua,” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/9/2021).

Riza mengingatkan para orang tua agar sedapat mungkin menjaga anak-anaknya dari keterpaparan Covid-19. Salah satunya menghindari kerumunan di tempat-tempat umum seperti mal. Pasalnya, kerumuman membuat intensitas interaksi menjadi tinggi dan potensi penularan Covid-19 pun menjadi tinggi.

Baca Juga :  Komunitas Batak Perumahan Karawaci Residence Beri Ucapan Selamat HUT Polri Ke 73

“Justru di masa pelonggaran ini potensi orang keluar rumah meningkat, potensi kerumunan meningkat, pada akhirnya potensi interaksi meningkat, dan pada akhirnya potensi orang tertular juga meningkat. Justru pada saat-saat sekarang, kita harus lebih ketat, disiplin diri, yaitu menghindari kerumunan, berada di rumah tempat yang terbaik,” kata Riza.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan anak-anak berusia di bawah 12 tahun diizinkan masuk ke pusat perbelanjaan (mal). Ketentuan itu untuk sementara hanya berlaku di mal yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Semarang, DIY, dan Surabaya. Keputusan itu diambil menyusul kasus Covid-19 di Tanah Air yang dinilai semakin terkendali.

Baca Juga :  Wali Kota Jakbar Lantik 31 Pejabat Administrator dan Pengawas

“Selama minggu ini akan dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun, dengan pengawasan dan pendampingan orang tua. Pembukaan itu diterapkan di daerah Jakarta, Bandung, Semarang, DIY, dan Surabaya,” ungkap Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, saat mengumumkan kebijakan pemerintah terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), periode 21-27 September 2021, di Jakarta, Senin (20/9/2021).

Menurut Menko Luhut, keputusan itu diambil pemerintah setelah melihat kondisi Covid-19 yang membaik, serta implementasi protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang terus berjalan di semua kegiatan masyarakat yang dipersyaratkan untuk menggunakannya

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *