Politisi PAN, Soetrisno Bachir

JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Saleh Partaonan Daulay menyebut Soetrisno Bachir dinilai pantas bersanding dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto pada kontestasi Pilpres 2024. Sebab, Soetrisno memiliki segudang prestasi di bidang politik dan pemerintahan.

Saleh mengatakan wajar nama Soetrisno Bachir didorong parpolnya bersanding dengan Airlangga. Mantan Ketum PAN itu juga pernah sukses menjadi Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN).

“Banyak lagi prestasi dan hasil kerja kerasnya (Soetrisno Bachir, red). Tentu semua itu bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan,” kata Saleh dikutip dari Medcom.id, Jumat (2/10/2021).

Namun, kata eks Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu, PAN saat ini belum terburu-buru menentukan rekan koalisi pada Pilpres 2024.

Partai masih fokus membantu pemerintah menangani penularan covid-19. Terlebih lagi banyak rakyat yang terdampak pandemi.

“Ini pekerjaan besar. Semua pihak diminta berkontribusi, terutama partai politik,” ungkap dia.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago sebelumnya menyebut koalisi nasionalis religius ideal untuk jadi kendaraan Airlangga Hartarto berkontestasi pada Pilpres 2024. Airlangga bisa menggandeng kader dari partai berkarakter religius seperti dari PKS, PKB, dan PAN.

Pasalnya, kata Pangi, Airlangga diketahui sebagai sosok yang berkarakter nasionalis. Begitu pun Golkar yang memiliki kesan nasionalis.

Menurut Pangi, Airlangga Hartarto sebaiknya memberanikan diri maju sebagai capres 2024 dengan mencari cawapres di koalisi nasionalis religius.

Sebab, majunya pria yang juga menjabat Menko Perekonomian berpotensi meningkatkan elektabilitas Golkar.

“Pilihan Airlangga maju sebagai capres dan tidak punya beban sebetulnya, mau kalah mau menang, dalam sejarah pemilu tetap Golkar menang banyak, tetap menjadi partai penguasa,” kata Pangi.

Satuan Karya Ulama Indonesia (Satkar) Partai Golkar juga mendorong Hartarto membentuk koalisi nasionalis religius. Koalisi itu dianggap mumpuni untuk meraup lumbung suara.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Satkar Partai Golkar Ashraf Ali mengatakan, koalisi nasionalis rmenjadi salah satu yang ideal untuk Airlangga berlaga di pilpres 2024.

Sebab, menurut risetnya, 70 persen voters merupakan suara yang masih dinamis. “Nah yang 70 persen itu bersifat religius. maka itu sangat wajar apabila ada koalisi nasional yang berkarakter religius,” kata Ashraf.

Sisanya sebanyak 30 persen merupakan suara statis. Suara tersebut merupakan kader, pengurus, dan simpatisan partai.

Ashraf mengatakan dengan berkoalisi dengan nasionalis religius akan membangun kekuatan di pilpres 2024. Apalagi kata Ashraf, kultur masyarakat Indonesia yang general dan heterogen.

“Perlu adanya satu kesepahaman, bagaimana membawa bangsa ini ke depan,” kata Ashraf.

Saat ini kata Ashraf, pendekatan dan komunikasi yang dilakukan Airlangga sudah sangat luas. Airlangga pernah menemui Ketum PPP Suarso Monoarfa, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, juga dengan banyak ulama.