Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Keruk Lumpur di 32 Waduk

  • Bagikan
Banjir merendam wilayah Kemang, Jakarta Selatan. Dok: IST

JAKARTA – Guna antisipasi banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan pengerukan lumpur di saluran air atau disebut dengan nama program gerebek lumpur.  Hingga 1 November 2021, tercatat 1,29 juta meter kubik lumpur telah dikeruk dari saluran.

Dijelaskan Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Dudi Gardesi mengatakan, gerebek lumpur dilakukan dalam upaya menambah kapasitas daya tampung aliran air.

“Kami menyiapkan infrastruktur, kesiapan untuk pengendalian banjir, seperti saluran kami lakukan pengerukan untuk menambah kapasitas daya tampungnya,” kata Dudi dalam keterangan virtualnya, Minggu (14/11/2021).

Baca Juga :  Ekspor Alas Kaki Dapat Mendorong Potensial dan Peningkatan Daya Saing Industri Kulit

Dudi menerangkan, tidak hanya di saluran air, DKI Jakarta juga melakukan pengerukan lumpur di tempat parkir air seperti waduk, embung dan situ.

“Kami optimalisasikan fungsinya sehingga mereka bisa menjadi berfungsi sewaktu banjir,” ucap dia.

Dia menjelaskan, per 1 November 2021 DKI Jakarta sudah melakukan pengerukan di 32 waduk, situ, dan embung dengan volume pengerukan 626.546 meter kubik lumpur hasil sedimentasi.

Baca Juga :  Presiden Beri Arahan Terkait Pengendalian Karhutla

Sedangkan di saluran air ada 53 kali dan sungai yang dijadikan sasaran pengerukan. Dari 53 kali dan sungai itu diangkut sebanyak 533.048 meter kubik lumpur.

Data terakhir, 1.051 saluran penghubung juga ikut dibersihkan dari lumpur dengan hasil pengerukan bervolume 132.477 meter kubik.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *