Jalur Puncak Dipastikan Tutup Dimalam Tahun Baru

  • Bagikan
Kemacaten terjadi di jalan raya puncak, Bogor, Jawa Barat/ Dok: Ist

BOGOR – Pemerintah membatalkan rencana untuk menerapkan Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada libur Natal dan Tahun Baru. Meski demikian, pihak kepolisian sudah memiliki rencana untuk menutup total jalur puncak.

Polres Bogor berencana menutup total jalur Puncak seperti tahun-tahun sebelumnya untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan atau mobilitas warga saat libur Natal dan tahun baru 2022. Jika mengacu tahun sebelumnya, jalur Puncak – Bogor ditutup selama 12 jam mulai tanggal 31 Desember sore hingga tanggal 1 Januari keesokan harinya.

Kapolres Bogor, AKBP Harun, mengatakan rencana penutupan ini dilakukan untuk menekan mobilitas warga saat libur panjang. Sebab, di masa-masa liburan itu kasus positif Covid-19 beresiko meningkat.

“(Jalur puncak) bisa memungkinkan untuk ditutup total, sambil kita lihat hasil kebijakan pusat bagaimana,” kata Harun melalui situs Korlantas Polri.

Baca Juga :  Koni Kecamatan Teluknaga Gelar Turnamen Catur "Camat Cup"

Harun menyebut untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya sudah memberlakukan kebijakan ganjil genap (gage) di jalur Puncak dan Sentul setiap akhir pekan. Bahkan, nantinya polisi bakal menambah pos-pos pengamanan untuk Nataru.

“Sekarang saja sudah mulai kita antisipasi seperti biasanya penerapan gage setiap akhir pekan, dan mungkin nanti akan kita tambahkan pos pengamanan terkait ini. Secara teknisnya gimana, itu kita masih koordinasikan dengan Bogor Raya dan dengan pusat juga bagaimana penerapan aturannya. Nanti kita selaraskan,” tambahnya.

Dia menyampaikan seiring di longgarkannya sejumlah aturan pada PPKM, wisatawan dari luar Bogor yang keluar dan masuk ke Puncak cenderung berkurang sejauh ini. Berbeda dari awal-awal PPKM, sambung dia, mobilitas kendaraan yang datang ke kawasan Puncak Bogor sangat tinggi. Namun, saat ini justru cenderung berkurang sehingga volume kendaraan bisa terkendali.

Baca Juga :  H. Idrus Asenih: Pemkot Tangsel Membebaskan Hutang Piutang Bagi Korban Meninggal Bus Maut Tanjakan Emen

Ia menyatakan, kemungkinan karena tempat wisata di Jakarta dan daerah penyangga lainnya sudah dibuka. Namun, hal itu juga tidak bisa menjadi patokan karena jelang akhir tahun ini situasi bisa saja akan berbeda.

“Kalau kita lihat ini, intensitasnya mulai berkurang, tidak seperti di awal-awal dulu, tinggi sekali. Sekarang sudah mulai agak menurun, ya itu tadi mungkin tempat lain sudah mulai banyak yang buka sehingga yang ke atas (Puncak) ini terpecah konsentrasinya,” ungkap dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *