Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar

SURABAYA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB Muhaimin Iskandar memberi syarat jika Koalisi Indonesia Bersatu ingin partainya bergabung.

“PKB siap bergabung asal capresnya saya,” ucap Muhaimin.

Muhaimin menyatakan bahwa PKB sangat terbuka untuk menjalin komunikasi dengan partai manapun menjelang pesta demokrasi.

“Kami terus menjalin komunikasi di DPR. Tapi secara khusus belum, kami terbuka,” kata Muhaimin atau Cak Imin dalam acara Doa Bersama Ulama dan Habaib untuk Perdamaian Dunia di Surabaya.

Dia mengklaim jika banyak dorongan warga Nahdliyin yang menginginkan dirinya maju sebagai calon presiden atau Capres 2024.

“Insyaallah kita siap bersama-sama mensukseskan pemilu dan maju sebagai capres. Itu keinginan sebagian besar warga kita, terutama nahdliyin dan nahdliyat supaya kita punya presiden yang mewakili warga nahdliyin,” ucap dia.

Sebelumnya, koalisi Indonesia Bersatu yang digagas Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto hingga kini belum memunculkan satu nama untuk calon presiden. Meski begitu, Golkar menyebut partainya tetap mengajukan Airlangga sebagai calon presiden.

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Zainut Tauhid Sa’adi menyebut Koalisi Indonesia Bersatu adalah koalisi yang dibangun tanpa syarat untuk mendukung calon presiden atau calon wakil presiden dari partai koalisi.

Dia mengatakan, koalisi membuka diri membicarakan bersama figur capres/cawapres yang tepat, memilih elektabilitas tinggi, dan yang pasti diterima oleh masyarakat.

“Baik itu figur dari kalangan kader partai, maupun nonpartai. Kami berbeda dengan partai lain yang sudah mematok capres/cawapresnya, sehingga menutup dan mengunci kemungkinan adanya capres/cawapres dari yang lain,” ujar Zainut lewat keterangan tertulis, Kamis, 19 Mei 2022.

Menurutnya, pilihan PPP membangun koalisi dengan Partai Golkar dan PAN adalah langkah politik yang realistis dan bermartabat. Koalisi dengan berbasis kesetaraan ini dinilai memungkinkan semua pihak terlibat dan ikut menjadi penentu dalam memutuskan arah dan kebijakan strategis bersama dalam kedudukan yang sama dan sederajat, baik dalam Pemilu Presiden maupun Pemilu legislatif.

“Hal itu menjadi modal dasar untuk membangun sebuah koalisi yang kokoh, rasional dan bermartabat. Bukan koalisi transaksional pragmatis yang hanya untuk kepentingan jangka pendek,” tutur Wakil Menteri Agama itu.

Zainut mengklaim Koalisi Indonesia Bersatu ingin membangun tradisi demokrasi yang sehat dan bermartabat, yaitu demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas, memajukan harkat martabat kemanusiaan, memperkuat persatuan, mengedepankan musyawarah dan mewujudkan kesejahteraan dan rasa keadilan.