Indonesia Negara Pertama yang Impor Kereta Cepat dari China

  • Bagikan
Diketahui, Indonesia menjadi negara pertama yang mengimpor proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara.  Kereta cepat yang dikirim tersebut merupakan ekspor pertama China ke luar negeri. Dok: KCIC

JAKARTA- Pengiriman rangkaian kereta atau Electric Multiple Unit (EMU) pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari China ke Indonesia memecah sejumlah rekor.

Diketahui, Indonesia menjadi negara pertama yang mengimpor proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara.  Kereta cepat yang dikirim tersebut merupakan ekspor pertama China ke luar negeri.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyad mengatakan hari ini pengiriman EMU perdana, EMU, dan CIT (Comprehensive Inspection Train) ini akan menandai satu sejarah karena ini adalah pertama kalinya pengiriman EMU kereta api cepat dari Tiongkok ke luar negeri

Baca Juga :  Makin Panas! China Kirim 39 Pesawat Tempur ke Taiwan

“Rangkaian kereta ini bakal menjadi kado spesial untuk Indonesia yang akan merayakan HUT ke-77, ” kata Dwiyana dalam acara seremoni Penyelesaian Manufaktur & Pengiriman Perdana EMU Proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung, Jumat (5/8/2022).

Dwiyana berharap, pengiriman kereta ini dapat berjalan dengan lancar. Pihaknya juga meminta agar kontraktor mengawal kereta hingga sampai Stasiun Tegalluar.

“Kami harapkan pengiriman EMU, CIT dari mulai pelabuhan Tiongkok sampai ke Pelabuhan Tanjung Priok bisa berjalan dengan lancar. Dan kami ingin memastikan kepada member contractor terutama CRRC agar pengiriman ini bisa dikawal, terutama terkait pengiriman dari Tanjung Priok ke Stasiun Tegalluar,” ucap dia.

Baca Juga :  Menurun Drastis! Keterisian Tempat Tidur di Wisma Atlet Hanya 20%

Bukan tanpa alasan, Dwiyana mengatakan, untuk sampai ke Stasiun Tegalluar kereta ini mesti melewati medan yang sulit yakni jalan darat atau tol.

“Karena memang menghadapi medan yang cukup sulit, melewati jalan darat atau jalan tol kami harapkan teman-teman CRRC dan HSRCC bisa mengawal perjalanan pengiriman khususnya dari Tanjung Priok sampai dengan Tegalluar agar tidak terjadi kendala-kendala yang tidak diinginkan,” pungkas dia.

Jurnalis: Agung Nugroho

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.