JAKARTA – Maria, Ketua LSM Konsumen Cerdas Hukum angkat bicara terkait skandal Raja Sapta Oktohari yang terjerat Dugaan Investasi Ponzi Scheme melalui PT MPIP, MPIS dan OSO Sekuritas yang menelan banyak korban dengan kerugian triliunan rupiah.
“Bagaimana ada seseorang terjerat skandal kasus Ponzi Scheme malah dijadikan ketua KOI (Komite Olahraga Indonesia). Parahnya pejabat negara satu itu pamerkan gaya hidup hedon, naek yacht, private jet dan bahkan pelihara satwa langka harimau putih di rumahnya,” kata Maria.
Terlebih ungkap Maria, Raja Sapta Oktohari dinilai tidak kooperatif dan tidak taat hukum.
“Apakah itu karakter yang ingin ditunjukkan pemerintah Jokowi kepada masyarakat? Bahwa Pejabat Negara kebal hukum, ga perlu hormati polisi, serta pamer hidup hedon? Mau dibawa kemana negara ini apabila yang seperti ini dibiarkan?,” ucap Maria.

Sebelumnya, kuasa hukum para korban PT MPIP dengan terlapor mantan direktur utama Raja Sapta Oktohari memberikan keterangan bahwa proses hukum sudah naik ke tahap penyidikan.
“Kami menerima SPDP tembusan ke kejaksaan tinggi No B/724/I/RES 2.6/2022/Ditreskrimsus Tanggal 17 Januari 2022 yang juga ditembuskan ke Terlapor Raja Sapta Oktohari. Dengan naiknya kasus ini maka jika berikutnya RSO sebagai Terlapor mangkir 2x maka Penyidik punya wewenang untuk jemput paksa sesuai Kuhap.” ucap Sugi selaku Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm.
Sugi meminta Presiden Joko Widodo memperhatikan rasa keadilan, sudah ditunjukkan bukti video Raja Sapta Oktohari mengajak Investor menaruh dana dengan iming-iming bunga dan akhirnya gagal bayar.
“Bapak Presiden yang saya hormati, tonton video Raja Sapta Oktohari di kanal Youtube LQ Indonesia Lawfirm sebagai bukti bahwa ada dugaan keterlibatan RSO yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Mahkota yang gagal bayar. Buktinya sebelumnya dalam proses penyelidikan 6x di panggil, RSO mangkir dengan alasan kesibukan kerjanya,” ujar Sugi.













Tinggalkan Balasan