JAKARTA – Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, mengkritisi langkah anak buah Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang melaporkan sejumlah akun media sosial ke polisi karena menyebarkan meme terkait sang menteri.
Menurut Jerry, tindakan tersebut tidak etis dan justru menunjukkan sikap arogan pejabat publik.
“Saya kira AMPG mempolisikan puluhan akun yang menyebarkan meme Bahlil itu tidak terlalu etis. Ini justru menunjukkan arogansi pejabat,” ujar Jerry dalam keterangannya di Jakarta.
Ia menilai aneh jika pelaporan dilakukan oleh bawahan Bahlil tanpa sepengetahuan atasannya.
“Anehnya, anak buahnya yang melapor, sementara Bahlil mengaku tidak tahu-menahu. Apa benar dia tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?” sindirnya.
Lebih lanjut, Jerry menegaskan bahwa dalam konteks hukum dan kebebasan berekspresi, meme dalam batas wajar seharusnya tidak menjadi persoalan hukum.
“Kalau masih meme yang biasa saja, tidak masalah. Apalagi sekarang, aturan baru Mahkamah Konstitusi menegaskan pejabat publik tidak kebal hukum,” tegasnya.
Jerry menilai, langkah pelaporan tersebut justru dapat berdampak negatif terhadap citra dan elektabilitas Bahlil Lahadalia.
“Kalau memang benar laporan ini buntut dari kekecewaan anak buahnya karena Bahlil masuk ranking satu menteri dengan kinerja terburuk, maka pelaporan ini malah bisa membuat elektabilitasnya terjun bebas,” ujarnya.
Menurut dia, kritik publik terhadap pejabat yang berkinerja buruk adalah hal wajar.
“Kalau kinerja buruk, wajar saja dibuat meme. Coba lihat Menkeu Purbaya, tidak ada gambar aneh-aneh karena kinerjanya baik dan dia dicintai masyarakat,” ungkap Jerry.
Di akhir pernyataannya, Jerry menutup dengan sindiran tajam yang menohok para pejabat yang tidak pro rakyat.
“Secara psikologis, kalau pejabat tidak pro rakyat kecil, tidak cinta rakyat kecil, maka mereka akan terus dibully dan diserang. Itu hukum sosial yang tidak bisa dihindari,” pungkasnya.









Tinggalkan Balasan