Hukum dan Kriminal

Dalam Penjara Ahok Malah Hampir Khatam Alquran

JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang biasa di panggil Ahok betul-betul mengefektifkan hari-harinya di dalam bilik Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Salah satu aktivitas yang digemarinya adalah membaca buku, buku apa saja dia lahap, termasuk alquran.

Ahok mengaku sejak menjalani masa hukuman pada 9 Mei 2017, ia sudah membaca habis 18 judul buku, itu diungkapkan Ahok saat dikunjungi 10 penulis yang menyumbang tulisan mengenai dirinya dalam buku berjudul “Kami Ahok”.

“Gua hampir khatam baca Al Quran loh, gua kan SD sama SMP di sekolah Islam, jadi gua inget-inget dikit lah,” kata Ahok, kepada 10 penulis yang mengunjunginya, Selasa (24/10/17) siang.

Baca Juga :  Bacakan Eksepsi, Piter Rasiman: Proses Hukum Jiwasraya Membuat Investor Takut

Sejumlah topik pembicaraan dalam pertemuan itu dituangkan ke dalam tulisan oleh Ignasius Haryanto, satu dari 10 penulis yang bertemu dengan Ahok, dengan judul “Sebuah Selasa Siang Bersama BTP”.

Ahok mengatakan, Alquran yang dia baca didapat dari seorang ibu. Ahok tidak menjelaskan secara rinci, siapa ibu yang dia maksud. Lelaki kelahiran Belitung Timur, 29 Juni 1966 itu memuji cetakan alquran berikut hiasannya yang indah. “Gua baca juga tuh Al Maida, bagus isinya,” ujarnya.

Hary menuturkan, Ahok tampaknya sadar tengah ditemui oleh para penulis yang hari itu kompak mengenakan baju berwarna putih, karena itu Ahok lebih banyak menceritakan kegiatannya membaca buku di dalam penjara. “Ini hari ke-168 gua ada di sini, dan sepanjang itu gua udah abis baca 18 buku. Ada yang sedeng tebelnya, tapi ada juga yang sampe 400-an halaman. Pokoknya gua manfaatin banget dah waktu di sini untuk bisa baca,”kata Ahok seperti dicatat Hary.

Baca Juga :  Berpura-pura Sebagai Petugas Kelurahan, Rombongan Rampok Berhasil Gondol Emas Batangan

Dari sekian banyak buku bacaannya, Ahok terkesan dengan buku Guntur Soekarno Putra berjudul Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku. Buku ini pertama kali terbit tahun 1977 dan tahun 2007 buku tersebut dicetak ulang. (Jones)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button