Serba - Serbi

Federasi LEM Akan Turun Kembali Aksi, Ini Murni Tak Terkontaminasi

BEKASI, INDONESIAPARLEMEN.COM – Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Kab/Kota Bekasi melakukan evaluasi dan konsolidasi terhadap aksi penolakan UU Omnibus Law yang telah di lakukan selama 3 ( tiga ) hari berturut turut yaitu tanggal 6 – 8 Oktober 2020,evaluasi dan konsolidasi bertempat di Gedung Training Center ( GTC ) FSP LEM SPSI Kab/Kota Bekasi, Tambun Kabupaten Bekasi pada 16 Oktober 2020.

Evaluasi tersebut diatas di ikuti oleh para ketua PUK SP LEM SPSI Kab/Kota Bekasi, para Pangkorwil,Pangkorcab,Pangkorlapnas Bung Ahmad Jazuli serta seluruh pengurus DPC FSP LEM SPSI Kab/Kota Bekasi.

Baca Juga :  Koptu Roni Sitorus Sosialisasikan Adanya Fasilitas WiFi di Kantor Koramil 05/BLP Bagi Pelajar

Dalam sambutannya, Ketua DPC FSP LEM SPSI Kab/Kota Bekasi yang biasa di panggil bung Wanardi Rakasiwi mengatakan kita akan kembali turun kejalan pada tanggal 20 – 22 Oktober 2020 sesuai instruksi DPP FSP LEM SPSI.

” Omnibus Law memaksa kita untuk kembali turun kejalan sesuai arahan dan instruksi DPP ” ucap dia.

Selanjutnya Pangkorlap Nasional di Pengurus Pusat yaitu bung Ahmad Jazuli yang juga sebagai anggota Gerakan Kesejahteraan Nasional ( Gekanas ) juga memaparkan bahwa aksi adalah menjadi bagian dari cara perjuangan buruh atau pekerja dalam mencapai kesejahterannya.

Baca Juga :  Putusan Hakim PN Jakut Membuat Members MeMiles Lega

Pergerakan Federasi LEM untuk turun kejalan masih murni dan tidak terkontaminasi atau di tunggangi oleh kekuatan politik manapun, papar, Ahmad Jazuli.

” LEM masih murni dalam bergerak untuk memperjuangkan hak-haknya yang akan dikurangi oleh aturan-aturan yang ada” tegas, Ahmad Jazuli.

(Dirham)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button