Hukum dan Kriminal

Ketum GPHN RI Minta KPK Miskinkan Dan Hukum Mati Adi Wahyono

JAKARTA, INDONESIAPARLEMEN.COM – Nama Adi Wahyono (AW) langsung mencuat sesaat KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) pada Sabtu (5/12/2020) lalu. Sesaat setelah Ketua KPK Firli Bahauri meminta tersangka JPB yang diketahui adalah Juliari Peter Batubara dan AW inisial dari Adi Wahyono untuk segera menyerahkan diri. Adi merupakan salah satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos. Beberapa jam setelah pernyataan Firli, Adi langsung mendatangi gedung KPK untuk menyerahkan diri.

Baca Juga :  Akibat Ulahnya, Nurhadi Dipolisikan Petugas Rutan KPK

Madun Hariyadi seorang penggiat Anti Korupsi yang juga menjabat Ketua Umum Gerakan Penyelamat Harta Negara (GPHN RI) Mengaku sejak lama tahu sepak terjang Adi Wahyono. “Saya tahu perampok-perampok uang negara di Republik ini, termasuk AW. Dia mantan pejabat BKKBN yang sangat lihai dan piawai dalam merampok uang Negara,” Papar Madun kepada Indonesiaparlemen.com , Senin (7/12/2020).

Lebih lanjut, Madun siap jika diminta KPK untuk memberikan bukti apa yang diucapkannya. Ia berharap sebagai lembaga antirasuah jangan ragu untuk memiskinkan para koruptor dan menjatuhkan hukuman mati jika memang diperlukan. “Beberapa orang petugas KPK tahu sepak terjang AW sejak dia sebagai pejabat BKKBN,” Imbuh Madun.

Baca Juga :  Seorang Pengunjung Babak belur Dipukul Orang Tidak Dikenal Yang Sedang Mabuk Di Mall Top 100 Tembesi

Bukan tanpa alasan ia membuat pernyataan demikian. Madun sendiri mengantongi bukti Adi Wahyono yang kerap bermain dengan anggaran di BKKBN. “Anggaran di BKKBN ratusan Miliyar rupiah yang di kelola AW setiap tahun,Tentu KPK harus menyelidiki aset-aset AW dan menyitanya, ” Pungkasnya.

(Angie)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button