Ditetapkan Sebagai Tersangka, Gisel Akui Video Miliknya

  • Bagikan

JAKARTA, INDONESIAPARLEMEN.COM – Gisella Anastasia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus video syur atau berkonten dewasa yang ramai di media sosial beberapa waktu lalu. Status tersangka ditetapkan setelah polisi melakukan gelar perkara dan dua kali memeriksa Gisel sebagai saksi.

Mantan isteri Gading Marten ini mengakui video porno 19 detik yang sebelumnya heboh. Awalnya Gisel mengelak dan membantah perempuan di video itu adalah dirinya. “Ini hasil gelar perkara yang dilakukan kemarin, menaikkan status yang tadi saksi terhadap saudari GA, sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (29/12/2020).

Yusri mengatakan, penetapan tersangka terhadap Gisel tersebut diambil berdasarkan bukti petunjuk, keterangan saksi ahli dan juga hasil forensik. Gisel juga mengakui bahwa yang ada dalam video tersebut merupakan dirinya. Polisi menjerat Gisel dengan UU Pornografi. Karena di dalam video berdurasi sekitar 19 detik itu, seorang wanita mirip Gisel terlihat sedang melakukan hubungan intim dengan pria di sebuah ruangan dan lantas memvideokan adegan syur mereka.

Baca Juga :  Buntut Tawuran Di Kemayoran, Satu Orang Tewas Mengenaskan

Polda Metro Jaya sebelumnya telah menahan dan menetapkan dua tersangka dalam perkara penyebaran video syur mirip Gisel, atas nama PP dan MN. Kedua tersangka tersebut bukannya pihak yang pertama kali mengunggah atau menyebarkan video tersebut. Namun mereka menyebarkan video tersebut secara masif di media sosial. Keduanya membeberkan motif mereka menyebar video pornografi itu secara masif. Salah satunya alasannya adalah agar menambah pengikut akun media sosial mereka serta agar hadiah dalam pemberian program.

Baca Juga :  Sekolah Jarak Jauh Tawuran Jarak Dekat, Polresta Bandara Soetta Ciduk 9 Pelaku Tawuran

Atas perbuatannya tersebut Gisel dan pria berinisial MYD dikenakan Pasal ayat 1 jo pasal 29 dan atau Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 tentang Pornografi. Keduanya, akan segera dijadwalkan pemanggilan oleh pihak Polda Metro Jaya. “Hukumannya paling rendah 6 bulan dan paling tinggi 12 tahun penjara. Nanti rencana ke depan secepatnya kita panggil keduanya sebagai tersangka,” tandasnya.

(CC)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *