10 Manager Perusahaan Investasi Diperiksa Kejagung Terkait ASABRI

  • Bagikan
Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak (tengah)

JAKARTA – Tim Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa saksi-saksi dalam mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asabri periode 2012-2019 dengan memeriksa enam orang saksi guna mendalami tersangka 10 manajer investasi, Selasa.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, di Jakarta, menyebutkan keenam saksi itu diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 manajer investasi (MI).

“Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa enam orang saksi yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 sampai 2019,” kata Leonard.

Akhir Juli 2021, Jaksa Penyidik Kejaksaan Agung telah menetapkan sebanyak 10 perusahaan manajer investasi sebagai tersangka dalam kasus megakorupsi yang merugikan negara sebesar Rp22,78 triliun.

Baca Juga :  3 Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Kalideres Diringkus Polisi, 2 Diantaranya Dihadiahi Timah Panas Petugas

Kesepuluh tersangka manajer investasi tersebut, yakni PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM, PT VAM, PT ARK, PT. OMI, PT MAM, PT AAM, dan PT CC.

Kesepuluh manajer investasi tersebut dijerat dengan Pasal 2 jo. Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sementara itu, Penyidik Kejaksaan Agung RI telah melimpahkan berkas sembilan tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asabri ke jaksa penuntut umum (JPU).

Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode 2011 sampai Maret 2016 Mayjen Purn. Adam Rachmat Damiri, Dirut PT Asabri periode Maret 2016 Juli 2020 Letjen Purn. Sonny Widjaja, Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008 Juni 2014 Bachtiar Effendi, serta Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019 Hari Setiono.

Baca Juga :  Mantan Ketua Komisi Kejaksaan Minta Usut Dugaan Pembangkangan Hukum Kejagung di Kasus Jiwasraya dan Asabri

Berikutnya, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012-Januari 2017 Ilham W. Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo, Dirut PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro, dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Baik Benny maupun Heru merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Kesembilan tersangka siap untuk disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Saat ini tim JPU tengah menyusun surat dakwaan.

Namun, satu dari sembilan tersangka Asabri, yakni Ilham Wardhana Siregar telah meninggal dunia pada Sabtu (31/7) pukul 17.32 WIB karena sakit sehingga penuntutan terhadap dirinya dihentikan. Kini tersisa delapan tersangka individu dalam perkara tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *