Sadis! 3 Pria Babak Belur Dianiaya Penjaga Keamanan Clique Bar Tangsel

  • Bagikan
Clique Bar, Gading Serpong Tangerang Selatan/Dok: Ist

TANGSEL – Nasib nahas dialami SF saat hendak melerai keributan dua orang temannya dengan penjaga keamanan Bar Clique di Gading Serpong, Tangerang Selatan, Banten. SF harus rela ikut menjadi korban amukan penjaga keamanan yang mengeroyok temannya AG dan BY di depan Bar Clique, Sabtu, 16 Oktober 2021 pukul 04.30 pagi.

“Awal mulanya saya tidak tahu persis seperti apa, intinya ketika ketika saya mau pulang dan menuju keparkiran mobil, tiba-tiba saya melihat kedua teman saya terlibat keributan oleh beberapa orang, otomatis saya mencoba untuk melerai,” cerita SF kepada Indonesiaparlemen.com, Sabtu (16/10/2021).

Baca Juga :  Cuekin Putusan Pengadilan, PT Roesli Taher Ngotot Tak Mau Bayar Pesangon Karyawan

Dia melanjutkan, tiba-tiba beberapa orang petugas keamanan memakai kemeja hitam dan celana tactical langsung mendorong dan mencekiknya. Akibat pengeroyokan yang dilakukan beberapa petugas keamanan itu, SF menderita sejumlah luka disekujur tubuhnya.

AG Salah satu korban penganiayaan saat menjalani perawatan di sebuah Rumah Sakit di Tangsel, Sabtu (16/10/2021).

Handphone saya pun sempat dirampas oleh mereka, karena mereka menuding saya telah merekam kejadian pengeroyokan kedua teman saya. Satu orang juga mengaku anggota TNI,” ungkap SF usai membuat laporan di Kepolisian Resor Tangerang Selatan.

Demi pengembangan, SF Bersama AG dan BY menjalani visum di sebuah Rumah Sakit di Kawasan Tangerang Selatan.

Baca Juga :  Matlani Kades Kecer Resmi Terancam di Bui, FWJ Apresiasi Polres Sumenep

Bar Clique Pernah Disegel Karena Langgar PPKM

 Sebelumnya berdasarkan dari pantauan media melaui Instagram milik @narkoba_metro pada 22 September 2021, Clique Kitchen & Bar Graha Sapphire Lantai 1-3, Kelapa Dua, Tangsel kedapatan melanggar jam operasional saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Polisi pun memasang police line ditempat tersebut.  Dan pihak manajeman dimintai keterangan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit.

Editor: Angie

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *